Sudah 11 Jam, Kalapas Klas I Tangerang Masih Diperiksa Polisi

    Siti Yona Hukmana - 14 September 2021 22:15 WIB
    Sudah 11 Jam, Kalapas Klas I Tangerang Masih Diperiksa Polisi
    Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Klas 1 Tangerang Victor Teguh Prihartono. Medcom.id/Siti Yona Hukmana



    Jakarta: Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Klas I Tangerang Victor Teguh Prihartono masih diperiksa penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya. Victor sudah hampir 11 jam lebih berhadapan dengan penyidik.

    Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat belum dapat memastikan pemeriksaan terhdap Victor sudah selesai atau belum. Dia mempersilakan mempertanyakan hal tersebut kepada Kasubdit 1 Kamneg Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Reindra. Namun, Reindra tidak merespons.

     



    "Kalau Kasubdit enggak balas berarti masih memeriksa," kata Tubagus saat dikonfirmasi, Selasa, 14 September 2021.

    Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus belum mau bicara soal pemeriksaan Victor. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mendalami penyebab kebakaran di Lapas Klas I Tangerang.

    Sebelumnya, Victor tiba di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, untuk menjalani pemeriksaan sekitar pukul 10.42 WIB. Victor irit bicara saat dilontarkan beberapa pertanyaan oleh awak media.

    Baca: Polisi Kantongi Calon Tersangka Kebakaran Lapas Klas I Tangerang

    Selain Victor, polisi memeriksa enam saksi lainnya dari pihak Lapas Klas I Tangerang. Mereka ialah Kepala Tata Usaha (TU), Kepala Bidang Administrasi (Kabid Adm), Kepala Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP), Kepala Sub Bagian Hukum (Kasubag Kum), Kepala Seksi (Kasie) Keamanan, dan Kasie Perawatan.

    Polisi telah meningkatkan status kasus kebakaran Lapas Klas I Tangerang ke tahap penyidikan. Polisi menerapkan tiga pasal terhadap terduga pelaku, yakni Pasal 187, Pasal 188, dan Pasal 359 KUHP.

    Pasal 187 KUHP menyatakan barang siapa dengan sengaja menimbulkan kebakaran, ledakan, atau banjir diancam dengan pidana penjara paling lama 12 tahun, jika karena perbuatan tersebut di atas timbul bahaya umum bagi barang dengan pidana penjara paling lama 15 tahun, jika karena perbuatan tersebut di atas timbul bahaya bagi nyawa orang lain dengan pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu paling lama 20 tahun.

    Sedangkan, Pasal 188 KUHP berbunyi barang siapa karena kesalahan (kealpaan) menyebabkan kebakaran, ledakan, atau banjir, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau pidana kurungan paling lama satu tahun atau pidana denda paling banyak Rp4.500.

    Kemudian, Pasal 359 KUHP disebutkan barang siapa karena kesalahannya (kealpaannya) menyebabkan orang lain mati, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau pidana kurungan paling lama satu tahun.

    Blok C2 Lapas Klas I Tangerang terbakar sekitar pukul 01.45 WIB pada Rabu, 8 September 2021. Api berhasil dipadamkan pukul 03.00 WIB. Sebanyak 48 narapidana yang berada di blok C2 tewas. Selebihnya, mengalami luka-luka, baik berat maupun ringan.

    Penyebab kebakaran masih diselidiki. Namun, dugaan sementara karena korsleting listrik. Polisi menemukan titik api di atas plafon.

    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id