KSP: Pelabelan KKB Sebagai Teroris Melalui Kajian

    Nur Azizah - 30 April 2021 17:52 WIB
    KSP: Pelabelan KKB Sebagai Teroris Melalui Kajian
    Deputi V Kantor Staf Presiden (KSP) Jaleswari Pramodawardhani. MI/M Irfan



    Jakarta: Deputi V Kantor Staf Presiden (KSP) Jaleswari Pramodawardhani menyebut pelabelan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) sebagai teroris telah melewati berbagai kajian. Ia meminta masyarakat tak khawatir.

    "Penyebutan KKB sebagai organisasi atau individu teroris diambil dengan pertimbangan yang matang, dengan memperhatikan masukan dan analisis dari berbagai pihak, baik di dalam maupun di luar pemerintah," kata Jaleswari dalam keterangan tertulis, Jakarta, Jumat, 30 April 2021.






    Jaleswari mengatakan pelabelan berdasarkan fakta-fakta. Hal ini juga didasarkan tindakan kekerasan yang dilakukan secara brutal dan masif di Provinsi Papua selama beberapa waktu terakhir.

    "Sebagaimana dilaporkan oleh Bupati Kabupaten Puncak Willem Wandik secara beruntun KKB melakukan serangkaian kekerasan di wilayah Kabupaten Puncak sejak awal tahun ini," ucap dia.

    (Baca: Pelabelan Teroris pada KKB Papua Dikhawatirkan Menutup Ruang Dialog)

    Universitas Gadjah Mada juga mencatat selama 10 tahun terakhir (2010-2020), KKB telah melakukan 118 kasus kekerasan. Sementara itu, TNI 15 kasus dan Polri 13 kasus.

    "Penyebutan organisasi atau individu teroris di Provinsi Papua ini secara limitatif hanya dilekatkan pada organisasi atau orang yang melakukan perbuatan serta motif kekerasan, menimbulkan teror, perusakan fasilitas publik, dan dilakukan dengan motif politik dan gangguan keamanan," papapr dia.  

    Penyebutan teroris pada KKB dimaksudkan untuk mengefektifkan tindakan penegakan hukum. Pemerintah memastikan tindakan penegakan hukum tidak eksesif yang bisa berdampak negatif pada masyarakat.

    "Kami mengharapkan organisasi masyarakat sipil, masyarakat adat dan gereja tidak khawatir dan tetap beraktivitas seperti biasa dalam melakukan kerja-kerja pengabdian masyarakat sesuai hukum yang berlaku," kata Jaleswari.

    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id