Kronologi Penangkapan Pembantu Pelarian Nurhadi

    Candra Yuri Nuralam - 11 Januari 2021 07:29 WIB
    Kronologi Penangkapan Pembantu Pelarian Nurhadi
    ilustrasi/Medcom.id/Fachrie Audhia Hafiez
    Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap tersangka pembantu pelarian mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi, Ferdy Yuman, pada 9 Januari 2021. Tim menemukan mobil Ferdy di Malang, Jawa Timur.

    "Tim menemukan satu unit mobil terparkir di salah satu hotel di wilayah Kota Malang yang dipergunakan FY (Ferdy Yuman) untuk melarikan diri," kata pelaksana harian (Plh) Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Setyo Budiyanto di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Minggu, 10 Januari 2021.

    Setyo mengatakan penangkapan Ferdy dilakukan usai KPK mendapatkan informasi dari masyarakat pada 8 Januari 2021. Informasi itu menyebut Ferdy ada di wilayah Sidosermo, Surabaya, Jawa Timur.

    Tim penyidik KPK meluncur ke lokasi dengan meminta bantuan Polda Jawa Timur. Namun, saat sampai di lokasi Ferdy tidak ada.

    Baca: Ferdy Yuman Bantu Nurhadi Cari Rumah Persembunyian

    Tim meminta bantuan Polres Malang, dan Polsek Klojen untuk melakukan penyisiran mencari Ferdy. Pada pukul 23.45 WIB tim melihat mobil Ferdy di sebuah hotel di Malang.

    Ferdy ditangkap di dalam hotel itu. Dia langsung dibawa ke Gedung Merah Putih KPK di Jakarta.

    "KPK kemudian mengamankan beberapa barang bukti diantaranya beberapa dokumen dan telepon genggam, serta satu unit mobil Fortuner hitam," ujar Setyo.

    Dalam kasus ini, Ferdy merupakan orang yang menyewakan rumah untuk Nurhadi di Jalan Simprug Golf 17 Suites 1, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Dia juga yang melakukan pembayaran Rp490 juta ke pemilik rumah agar bisa ditempati Nurhadi.

    Ferdy ada di rumah itu saat KPK menangkap Nurhadi pada 1 Juni 2020. Namun, dia kabur menggunakan mobil berpelat palsu saat tim KPK mendekatinya.

    Ferdy disangkakan melanggar Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

    (ADN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id