Polisi Tetapkan Tersangka Baru Temuan Tulang di Sawangan

    Siti Yona Hukmana - 27 November 2020 20:50 WIB
    Polisi Tetapkan Tersangka Baru Temuan Tulang di Sawangan
    Rilis pengungkapan kasus temuan tulang di Sawangan, Depok. Medcom.id/Octavianus
    Jakarta: Polisi mengembangkan kasus pembunuhan di Sawangan, Depok, Jawa Barat. Polisi menemukan tersangka baru berinisial H, diduga membantu J membuhuh kakaknya D.

    "Berdasarkan keterangan tersangka J, tim mendapatkan informasi bahwa tersangka J dibantu oleh tersangka H," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat, 27 November 2020.

    J sempat meminta bantuan rekannya, H untuk membunuh D pada Rabu, 7 Oktober 2020. J mengaku kesal dengan D karena merasa dihalangi untuk menikah.

    H menyetujui, namun sehari sebelumnya sekitar pukul 21.00 WIB, Selasa, 7 Oktober 2020, J memberitahu H melalui Facebook dengan menyertakan foto jika D telah meninggal. "Setelah itu tersangka H disuruh datang ke kontrakan tersangka J di Depok untuk membantu membuat kuburan D," ujar Yusri.

    Baca: Temuan Tulang di Sawangan, Pelaku Pembunuhan Adik Sendiri

    Sebelum dikuburkan, korban D disimpan di dalam kulkas. Lalu, J menjemput H di Masjid At-Taqwa Bogor, Jawa Barat, sekitar 06.00 WIB, Rabu, 7 Oktober 2020. Kedua tersangka kemudian membawa keramik dan bor untuk membuat lubang kuburan di dalam kontrakan di Sawangan, Depok, Jawa Barat.

    Setiba di kontrakan pukul 19.00 WIB, kedua tersangka menggali lubang sedalam 1 meter dengan merusak dua keramik lantai kontrakan. Setelah itu, para tersangka memasukkan korban ke lubang dan ditutup dengan tanah, semen serta keramik yang sudah disiapkan.

    "Setelah itu para tersangka menjual kulkas tempat korban D disimpan kepada tukang rongsok di daerah Depok dan selanjutnya tersangka pindah kontrakan," ucap Yusri.

    H ditangkap di kediamannya Bogor, Jawa Barat, sekitar pukul 09.00 WIB, Kamis, 19 November 2020. J dan H dikenakan Pasal 340 KUHP juncto Pasal 56 ayat (1) KUHP dan atau Pasal 351 ayat (3) KUHP dan atau Pasal 365 ayat (2) Ke-4 KUHP dan atau Pasal 480 KUHP. Mereka terancam hukuman maksimal pidana mati.

    (JMS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id