Tak Nikmati Suap Pertimbangan Romahurmuziy Divonis Ringan

    Intan Yunelia - 21 Januari 2020 00:58 WIB
    Tak Nikmati Suap Pertimbangan Romahurmuziy Divonis Ringan
    Mantan Ketua Umum PPP, Romahurmuziy. Foto: ANT/Sigid
    Jakarta: Majelis hakim Tindak Pidana Korupsi mengatakan terdakwa mantan Ketua Umum PPP, Romahurmuziy terbukti tidak menerima dan menikmati uang Rp41,4 juta pemberian dari mantan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gresik, Muhammad Muafaq Wirahadi. Hal inilah yang menjadi pertimbangan Romi divonis ringan. 

    "Bahwa uang tersebut tidak pernah diperoleh dan dinikmati terdakwa. Maka tidak adil pula apabila terdakwa dimintai pertanggungjawaban atas uang tersebut," kata Hakim Muhammad Idris dilansir Antara, Senin, 20 Januari 2020.

    Hakim menyebutkan uang yang diberikan oleh Muafaq tersebut tidak pernah sampai di tangan Rommy. Melainkan hanya diterima oleh sepupunya, Abdul Wahab.

    "Uang tersebut diperoleh Abdul Wahab dari Muhammad Muafaq Wirahadi kemudian dipergunakan untuk kebutuhan pencalonan Abdul Wahab dalam pencalonan anggota legislatif Kabupaten Gresik tahun 2019," ujarnya.

    Selain itu, terkait dakwaan adanya uang sebesar Rp5 juta yang diberikan oleh mantan Kepala Kantor Kemenag Provinsi Jawa Timur Haris Hasanuddin kepada Rommy, hakim menyebut bahwa berdasarkan fakta persidangan hal tersebut tidak terbukti.

    "Mempertimbangkan bahwa terhadap penerimaan uang sebesar Rp5 juta, di persidangan tidak ada fakta yang dapat menunjukkan kalau terdakwa menerima uang tersebut, maka tidak adil kalau terdakwa bertanggung jawab atas uang tersebut," tuturnya. 

    Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta menjatuhkan hukuman dua tahun penjara pada mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) M Romahurmuziy (Romy). Romy terbukti menerima suap terkait jual-beli jabatan di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag).

    "Menyatakan terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dan berlanjut," ujar Ketua Majelis Hakim Fahzal Hendri di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jalan Bungur Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin, 20 Januari 2020.

    Romy juga diminta membayar denda Rp100 juta. Romy bakal dihukum tiga bulan penjara bila tak sanggup membayar denda.



    (NUR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id