Wahyu Setiawan Diminta Dihukum Lebih Berat

    Sri Yanti Nainggolan - 11 Januari 2020 21:00 WIB
    Wahyu Setiawan Diminta Dihukum Lebih Berat
    Komisioner KPU Wahyu Setiawan (kedua kiri) mengenakan rompi tahanan usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK. Foto: Antara/Dhemas Reviyanto.
    Jakarta: Direktur Eksekutif Lingkar Madani Indonesia (LIMA) Ray Rangkuti berharap mantan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan mendapat hukuman berat. Pasalnya, Wahyu merupakan penyelenggara pesta demokrasi.

    "Saya kira hukuman diperberat. Kalau penyelenggara terkena pelanggaran, sanksi dua kali lipat dari peserta," saran Ray dalam sebuah diskusi di Jakarta, Sabtu, 11 Januari 2020.

    Selain itu, Ray juga ingin agar hak politik pelaku pelanggaran dicabut. Hal ini berkaitan dengan pernyataan KPU yang berusaha melarang mantan koruptor mendaftar calon legislatif. Namun, usaha tersebut gagal.

    KPU tak memasukkan larangan eks napi korupsi ikut Pilkada 2020 ke Peraturan KPU (PKPU). Penyelenggara pesta demokrasi enggan berpolemik. 

    "Tapi kita berharap itu dimasukan dalam UU (Pilkada), karena kita juga sekarang lebih fokus pada tahapan. Jadi supaya jangan terlalu lama," kata Komisioner KPU Evi Novida Ginting Manik saat dikonfirmasi, Jumat, 6 Desember 2019. 

    KPU enggan tahapan Pilkada 2020 terganggu akibat polemik persyaratan calon kepala daerah.  Peraturan KPU sudah disahkan pada 2 Desember 2019. 

    KPK menangkap tangan mantan Komisioner KPU Wahyu Setiawan pada Rabu, 8 Januari 2020. Wahyu Setiawan diduga menerima suap untuk mengupayakan pergantian antarwaktu (PAW) calon legislatif (caleg) PDI Perjuangan Daerah Pemilihan (Dapil) Sumatra Selatan Harun Masiku.

    KPK menyita uang Rp400 juta dalam pecahan mata uang dolar Singapura saat OTT di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten. Sebelumnya, Wahyu juga diduga telah menerima suap Rp200 juta.



    (HUS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id