Hoaks Jadi Alat Propaganda Simpatisan Teror

    Kautsar Widya Prabowo - 23 Oktober 2019 15:08 WIB
    Hoaks Jadi Alat Propaganda Simpatisan Teror
    Ilustrasi: Medcom.id
    Jakarta: Simpatisan paham radikal turut menggunakan media sosial menyebarkan pemikirannya. Mereka mengolah hoaks demi menjaring simpatisan lain. Hal ini terlihat pada penyerangan eks Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto.

    "Ketika terjadi teror, simpatisan bersuara di media sosial bahwa itu rekayasa," kata pengamat intelijen dan keamanan Stanislaus Riyanta kepada Medcom.id, di Jakarta, Rabu, 23 Oktober 2019.

    Menurut dia, saat penyerangan Wiranto, simpatisan radikalisme gencar menyuarakan kasus itu hanya dibuat-buat. Peristiwa yang menjadi sorotan dunia itu dibumbui kalimat provokatif agar masyarakat percaya. 

    Lulusan S2 Kajian Strategi Intelijen Universitas Indonesia (UI) itu menyebut meluasnya hoaks menjadi tolok ukur keberhasilan simpatisan. "Saat kasus Wiranto banyak publik yang ragu dengan kasus itu, jadi propaganda mereka berhasil." 

    Saat ini, Stanislaus melihat ada perkembangan peran dalam menjalankan teror. Terorisme tak hanya melibatkan pelaku, suporter, tetapi juga simpatisan yang tidak terlibat langsung.

    Wiranto diserang terduga teroris Syahril Alamsyah alias Abu Rara dan istrinya, Fitri Andriana, menggunakan pisau, Kamis, 10 Oktober 2019. Saat itu, Wiranto hendak meresmikan gedung kuliah bersama di Universitas Matlaul Anwar di Kampung Cikaliung, Desa Sindanghayu, Kecamatan Saketi, Banten. 
     
    Abu Rara menyerang Wiranto yang baru saja turun dari mobil dinas. Serangan secara membabi buta itu membuat Wiranto terjengkang. Mantan Panglima TNI itu menderita dua luka tusukan di bagian perut.





    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id