Habil Marati Minta Dibebaskan karena Kurang Sehat

    Siti Yona Hukmana - 15 Juli 2019 15:09 WIB
    Habil Marati Minta Dibebaskan karena Kurang Sehat
    Wakil Ketua Umum PPP kubu Djan Fardiz, Habil Marati. Foto: MI/Panca Syurkani.
    Jakarta: Tersangka dugaan percobaan pembunuhan Habil Marati meminta penangguhan penahanan ke penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya. Masalah kesehatan menjadi alasan Habil meminta dibebaskan.

    "Memang dia agak kurang sehat sih, yang lain-lain kan sudah ditangguhkan tinggal dia sama Kivlan Zen," kata kuasa hukum Habil, Yusril Ihza Mahendra, saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin, 15 Juli 2019. 

    Menurut dia, keluarga Habil menjadi jaminan dalam surat permohonan penangguhan penahanan. Habil telah berjanji tidak melarikan diri dan menghilangkan barang bukti (barbuk) jika penangguhan dikabulkan. 

    "Jadi, kalau KUHAP itu kan penangguhan yang bersangkutan tidak akan melarikan diri, tidak akan menghilangkan barbuk, tidak akan mengulangi kejahatan. Itu alasan kalau menurut hukum," tutur Yusril. 

    Yusril mengaku surat permohonan penangguhan penahanan politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu sudah dilayangkan ke penyidik pada Rabu, 10 Juli 2019. Saat ini, polisi tengah mengkaji permohonan itu. 

    "Sudah diajukan kemarin saat saya bertemu Habil, cuma saat ini masih dipertimbangkan polisi," pungkas Yusril.

    Habil Marati disebut sebagai donatur rencana eksekusi empat pejabat negara. Ia menyerahkan uang Rp60 juta kepada para calon eksekutor. Habil pun ditahan di Polda Metro Jaya. 

    Baca: Eggi Sudjana Tanyakan Nasib Permohonan SP3 ke Penyidik

    Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Metro Jaya AKBP Ade Ary menyebut Habil menggelontorkan dana sebesar SGD15 ribu atau setara Rp150 juta. Duit diberikan Habil kepada mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) Mayjen (Purn) Kivlan Zen.

    Kivlan lalu memberikan uang itu kepada anak buahnya, Iwan Kurniawan alias Helmi Kurniawan untuk membeli senjata laras panjang dan pendek. Senjata itu disiapkan untuk menembak Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan. 



    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id