• DONASI PALU/DONGGALA :
    Tanggal 14 NOV 2018 - RP 51.058.936.361

  • Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (Mandiri - 117.0000.99.77.00) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Anas: Setya Novanto Bisa Jadi Kiai

Faisal Abdalla - 09 Juni 2018 03:30 wib
Terpidana kasus korupsi KTP-el Setya Novanto. Foto:
Terpidana kasus korupsi KTP-el Setya Novanto. Foto: Antara/Muhammad Adimadja

Jakarta: Mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum menyebut terpidana kasus korupsi KTP-elektronik (KTP-el) Setya Novanto rajin mendalami ilmu agama. Keduanya ditahan di Rumah Tahanan Sukamiskin, Bandung Jawa Barat. 

"Oh iya, semua, salat tarawih bareng, kalau sahur ya tidak, tetapi saat berbuka kadang-kadang bareng, kalau tarawih pasti bareng karena masjidnya cuma satu," kata Anas di Pengadikan Tipikor, Jakarta Pusat, Jumat 8 Juni 2018. 

Anas bahkan mengungkapkan dirinya bersama Novanto kerap mempelajari ilmu agama bersama-sama, seperti Ilmu Fiqih dan praktik-praktik Ibadah. Menurutnya, Novanto sangat rajin mempelajari ilmu-ilmu tersebut. 

"Pak Novanto rajin, jangan-jangan lama-lama bisa jadi kiai nanti," tandasnya. 

Pengadilan Tipikor Jakarta sebelumnya telah menjatuhkan vonis 15 tahun penjara kepada Setya Novanto. Selain hukuman pidana penjara, Novanto juga didenda sebesar Rp500 juta subsider tiga bulan kurungan.

Baca: Novanto Siap Huni Lapas Sukamiskin

Novanto juga diwajibkan majelis hakim untuk membayar uang pengganti sebesar USD7,3 juta dikurangi uang yang telah dikembalikan Rp5 miliar subsider dua tahun kurungan. Kemudian, majelis hakim juga menjatuhkan pidana tambahan berupa pencabutan hak politik Novanto selama lima tahun.

Novanto dijebloskan ke lapas Sukamiskin sejak 4 Mei 2018 lalu. Novanto sempat menyebut Lapas Sukamiskin sebagai salah satu tempat pembelajaran hidup.

"Di Sukamiskin, ini saya mulai dari kos, saya akan ke pesantren. Saya akan banyak belajar berdoa, berdoa, dan tentu saya jadi masyarakat biasa," kata Novanto di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis, 3 Mei 2018. 


(DMR)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.