Bentrokan Prajurit TNI-Polri, Panglima: Segera Mulai Pendidikan Bersama

    Ilham wibowo - 14 Juli 2015 15:25 WIB
    Bentrokan Prajurit TNI-Polri, Panglima: Segera Mulai Pendidikan Bersama
    Jenderal Gatot Nurmantyo. Foto: Yudhi Mahatma/Antara



    medcom.id, Jakarta: Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menanggapi bentrokan aparat TNI-Polri. Menurutnya, personal yang terlibat dalam bentrokan tersebut adalah oknum.

    "Itu bukan TNI-Polri, tapi oknum. Saya tegaskan ini tak ada upaya membenturkan," ucap Gatot di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (14/7/2015).

     



    Gatot mengakui, bentrokan antara oknum prajurit TNI dan Polri kerap terjadi. Kasus perselisihan fisik paling banyak di TNI melibatkan prajurit berpangkat prajurit dua. 

    "Kalau dilihat beberapa kasus 80 persennya dilakukan oleh tentara prajurit dua. Jadi tentara yang baru masuk. Ini akan saya awasi bagaimana rekrutmen, pendidikan, dan pascapendidikan," kata Gatot.

    Gatot mengatakan, untuk meningkatkan kerja sama TNI dan Polri, pihaknya segera menggelar pendidikan bersama mulai tahun ini.

    "Kapolri dan Jenderal Moeldoko sudah lakukan MoU bersama lakukan pendidikan bersama. Intinya tiga bulan dulu baru bisa dilanjutkan enam bulan. Tapi, intinya adalah soal disiplin," tuturnya.

    Pendidikan bersama ini dilakukan dalam upaya meningkatkan kedisiplinan antaranggota TNI dan Polri. Selain itu, kerja sama pimpinan TNI dan Polri disebut Gatot sangat berperan untuk meminimalisasi bentrokan.

    "Pemimpin harus bersama-sama (meningkatkan kedisiplinan) sehingga nanti kalau anak buahnya lihat akan mengikuti," tutur Gatot.

    Meski insiden antara oknum TNI dan Polri kerap terjadi, Gatot memastikan tidak ada doktrin perselisihan terhadap prajuritnya.

    "Doktrin tak ada yang salah," tegas Panglima baru ini.

    Seperti diketahui, ratusan orang yang diduga anggota dari kesatuan Penerbad Semarang menyerbu  markas Brimob Simongan Semarang, Jawa Tengah sekitar pukul 02.00 WIB, Minggu 12 Juli. Mereka mempersenjatai diri dengan senjata laras panjang.

    Menurut keterangan salah seorang warga sekitar yang ada di lokasi kejadian, sekelompok orang tersebut datang dengan menenteng senjata laras panjang. Bahkan beberapa di antaranya juga terlihat membawa pelontar mortir.

    (KRI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id