comscore

Polisi Penembak Pegawai Dishub Makassar Diminta Dipecat dan Penjara Seumur Hidup

Siti Yona Hukmana - 21 April 2022 14:48 WIB
Polisi Penembak Pegawai Dishub Makassar Diminta Dipecat dan Penjara Seumur Hidup
Ilustrasi Medcom.id.
Jakarta: Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menyoroti kasus pembunuhan terhadap pegawai Dinas Perhubungan (Dishub) Makassar Najamuddin Semang yang melibatkan oknum polisi. Anggota polisi berinisial S yang menjadi eksekutor pembunuhan itu diminta dipecat dan penjara seumur hidup.  

"Yang bersangkutan dijerat dengan pasal berlapis dengan ancaman hukuman seumur hidup atau 20 tahun," kata Komisioner Kompolnas Poengky Indarti saat dikonfirmasi, Kamis, 21 April 2022.
Poengky mengatakan kasus pembunuhan itu dilakukan oleh satu polisi dan tiga pegawai Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar dengan dalang Kasatpol PP Makassar Iqbal Asnan. Dia mengaku sangat menyesalkan keterlibatan anggota Polri dalam kasus pembunuhan tersebut.

"(Anggota polisi) menjadi eksekutor atas suruhan aktor utama kejahatan yang menyuruh melakukan," ujar Poengky.

Di sisi lain, dia menyambut baik kecepatan dan profesionalitas Polda Sulawesi Selatan dalam menangani kasus tersebut. Dia berharap anggota yang terlibat diproses pidana dan dikenai sanksi etik.

"Tindakan pelaku menghilangkan nyawa orang lain sungguh tercela dan memalukan institusi Polri," tegas juru bicara Kompolnas itu.

Dia juga berharap Majelis Hakim nantinya menjatuhkan putusan yang setimpal dengan perbuatan pelaku. Hukuman tegas penting agar ada efek jera.

"Kami juga berharap yang bersangkutan segera dipecat sebagai anggota Polri," ucap Poengky.

Baca: Kasatpol PP Makassar Terancam Hukuman Mati

Peristiwa pembunuhan itu terjadi pada Minggu, 3 April 2022. Saat itu korban melintas di Jalan Danau Tanjung Bunga, Kelurahan Maccini Sombala, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Tiba-tiba pengendara sepeda motor dengan kecepatan tinggi melintas di sebelah kanan korban. Tak lama, setelah dilewati motor yang dikendarai dua orang berboncengan itu korban pun oleng ke kanan dan jatuh bersama dengan sepeda motor yang dikendarai. Beberapa orang pun datang saat melihat Najamuddin jatuh.

Korban pun dinyatakan meninggal pihak rumah sakit. Polisi yang menyelidiki kasus ini menetapkan lima tersangka salah satunya adalah Kasatpol PP Makassar dan seorang oknum polisi.

Pembunuhan dilatarbelakangi cinta segitiga. Oknum polisi dibayar Rp85 juta untuk menembak korban. Senjata api yang digunakan jenis revolver yang dibeli dari jaringan teroris.

(JMS)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id