comscore

2 Tersangka Indosurya yang Bebas Dikenakan Wajib Lapor

Siti Yona Hukmana - 27 Juni 2022 09:28 WIB
2 Tersangka Indosurya yang Bebas Dikenakan Wajib Lapor
Ilustrasi Medcom.id.
Jakarta: Sebanyak dua tersangka kasus investasi bodong Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Indosurya Cipta bebas dari penjara karena masa penahanan habis. Meski begitu, keduanya dikenakan wajib lapor.

"Wajib lapor seminggu dua kali, biasanya setiap Senin dan Kamis," kata Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Polri Brigjen Whisnu Hermawan kepada Medcom.id, Senin, 27 Juni 2022.
Selain itu, Whisnu mengaku telah mencegah kedua tersangka ke luar negeri. Kedua tersangka, Henry Surya dan June Indria dikhawatirkan kabur ke luar negeri apabila tidak dicegah.

"Sudah dicekal, kita sita paspornya," ujar jenderal bintang satu itu.

Dittipideksus Bareskrim Polri menetapkan tiga tersangka dalam kasus ini. Mereka ialah Ketua KSP Indosurya, Henry Surya; Manajer Direktur Koperasi, Suwito Ayub (DPO); dan Head Admin, June Indria.

Henry dan June bebas dari tahanan karena sudah melewati batas waktu penahanan, yakni 120 hari. Dia tak kunjung dilimpahkan ke Kejaksaan karena berkas belum dinyatakan lengkap atau P-21 oleh jaksa penuntut umum (JPU).
 

Baca: Kompolnas Nilai Bareskrim Profesional Dalam Menangani Kasus KSP Indosurya


Whisnu menuturkan berdasarkan Pasal 24 ayat (1) KUHAP, perintah penahanan oleh penyidik paling lama 20 hari. Dalam Pasal 24 ayat (2) KUHAP, apabila jangka waktu penahanan oleh penyidik tersebut diperlukan guna kepentingan pemeriksaan yang belum selesai, dapat diperpanjang oleh penuntut umum yang berwenang untuk paling lama 40 hari.

Selanjutnya, sesuai Pasal 29 KUHAP ayat (1), guna kepentingan pemeriksaan, penahanan terhadap tersangka dapat diperpanjang oleh Ketua Pengadilan karena, tersangka menderita gangguan fisik atau mental yang berat atau perkara diancam dengan pidana penjara 9 tahun atau lebih. Kemudian, pada ayat (2), perpanjangan diberikan untuk paling lama 30 hari dan dalam hal penahanan tersebut masih diperlukan dapat diperpanjang lagi untuk paling lama 30 hari.

"Ayat (6), setelah waktu 60 hari walaupun perkara tersebut belum selesai diperiksa, tersangka harus sudah dikeluarkan dari tahanan demi hukum," tutur Whisnu.

Meski begitu, Whisnu memastikan dikeluarkannya tersangka dari tahanan demi hukum tidak berarti perkara bebas dari jeratan hukum. Melainkan, hanya dikeluarkan dari tahanan karena masa penahanannya habis dan tidak dapat diperpanjang lagi.

"Namun, penanganan perkaranya masih dilanjutkan sampai selesai atau sampai berkas perkara dinyatakan lengkap oleh JPU," kata Whisn.

(JMS)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id