comscore

Dua Ahli dari JPU Tak Hadir, Sidang Kasus Jerinx Ditunda

Fachri Audhia Hafiez - 02 Februari 2022 17:21 WIB
Dua Ahli dari JPU Tak Hadir, Sidang Kasus Jerinx Ditunda
Jerinx SID di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Foto: Medcom.id/Fachrie Audhia Hafiez
Jakarta: Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus) menunda persidangan kasus dugaan pengancaman menggunakan kekerasan, dengan terdakwa I Gede Ari Astina alias Jerinx. Dua ahli dari jaksa penuntut umum (JPU) tidak hadir.

"Mohon izin, kami memohon kesempatan menghadirkan ahli dalam persidangan berikutnya," kata salah satu JPU, saat persidangan di PN Jakpus, Rabu, 2 Februari 2022.
JPU rencananya menghadirkan dua ahli. Pertama, ahli hukum Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) Bambang Pratama. Kedua, ahli digital forensik Kompol Heri Priyanto.

Bambang berhalangan hadir karena dinyatakan positif covid-19. Sedangkan, Heri tengah memberikan keterangan sebagai ahli di persidangan kasus dugaan terorisme dengan terdakwa eks Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) Munarman di PN Jakarta Timur.

Ketua majelis hakim Surachmat beserta kuasa hukum Jerinx tak mempermasalahkan hal itu. Namun, Surachmat mengingatkan JPU bisa segera menghadirkan para ahli yang dibutuhkan agar persidangan tak berlarut.

"Harus diingat pemeriksaan perkara ini tidak boleh lama, asas peradilan yang cepat sederhana dan ringan, dan Peraturan Mahkamah Agung tidak lewat dari tiga bulan," ujar Surachmat.

Baca: Termasuk Menakut-nakuti, Pernyataan Jerinx Dikategorikan Delik Pidana

Sidang Jerinx akan dilanjutkan pada Senin, 7 Februari 2022 dan Rabu, 9 Februari 2022. Persidangan menjadi digelar dua kali dalam sepekan berdasarkan penetapan majelis hakim.

"Senin untuk ahli dari JPU jam 09.00 WIB dan Rabu jam 14.00 WIB untuk saksi fakta atau ade charge dari penasihat hukum dan ahli," ucap Surachmat.

Kasus ini berawal dari pertanyaan pegiat media sosial Adam Deni terhadap pernyataan Jerinx, terkait sejumlah selebritas menerima endorse covid-19. Dalam hal ini, beberapa nama figur publik Tanah Air diyakini Jerinx telah dibayar untuk mengaku positif covid-19 dan menakut-nakuti masyarakat.

Adam Deni meminta Jerinx membuktikan pernyataan tersebut dengan data atau bukti transaksi, bukan sekadar informasi bohong alias hoaks. Kemudian, ia diancam oleh Jerinx melalui sambungan telepon, dengan ungkapan kasar berupa penghinaan.

Bahkan, Jerinx ingin menginjak kepala Adam Deni di trotoar. Tak lama setelah itu, akun Instagram Jerinx hilang dan nama Adam Deni dituduh sebagai dalangnya.

Adam Deni mengungkapkan tudingan Jerinx ke publik. Lalu, istri Jerinx, Nora Alexandra, menyampaikan permohonan maaf atas perilaku suaminya. Namun, jalan tengah yang diharapkan Adam Deni tak dipenuhi Jerinx, hingga akhirnya mengambil langkah hukum.

Jerinx didakwa dengan Pasal 29 juncto Pasal 45B Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Dia juga didakwa Pasal 27 ayat (4) juncto Pasal 45 ayat (4) UU ITE.

(AGA)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id