comscore

Mardani H Maming Disebut Terima Rp89 Miliar di Kasus Suap Izin Tambang

Nia Deviyana - 13 Mei 2022 19:28 WIB
Mardani H Maming Disebut Terima Rp89 Miliar di Kasus Suap Izin Tambang
Ilustrasi. Foto: Medcom.id
Banjarmasin: Sidang kasus dugaan suap izin usaha pertambangan (IUP) di Kabupaten Tanah Bumbu kembali digelar di Pengadilan Tipikor, Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel), Jumat, 13 Mei 2022. Sidang tersebut dihadiri Christian Soetio, adik dari mantan Direktur Utama PT Prolindo Cipta Nusantara (PCN) Henry Soetio dan mantan Kepala Dinas ESDM Kabupaten Tanah Bumbu, Raden Dwidjono Putrohadi Sutopo selaku terdakwa kasus tersebut.

Keterangan Christian menjadi perhatian anggota hakim Pengadilan Tipikor Ahmad Gawi. Pasalnya, Christian mengaku mengetahui adanya aliran dana kepada eks Bupati Tanah Bumbu Mardani H Maming melalui PT Permata Abadi Raya (PAR) dan PT Trans Surya Perkasa (TSP).
PT PAR dan TSP bekerja sama dengan PT PCN dalam hal pengelolaan pelabuhan batu bara dengan PT Angsana Terminal Utama (ATU). Mardani H Maming disebut sebagai pemilik saham PAR dan TSP.

Baca: 3 Kali Mangkir, Hakim Wajibkan Mardani Maming Hadir Sidang Pekan Depan

Christian menduduki posisi Dirut PT PCN menggantikan posisi kakak kandungnya Henry Soetio yang telah meninggal dunia pada Juni 2021. Christian menjadi saksi dalam sidang tersebut bersama Manajer Operasional PT Borneo Mandiri Prima Energi (BMPE) Suryani dan pegawai PT PCN Muhammad Khabib.

“Saksi tadi menyampaikan bahwa dana yang mengalir ke Mardani totalnya berapa?,” tanya hakim Tipikor, Jumat, 13 Mei 2022.

“Ratusan miliar, yang mulia. Mohon maaf yang mulia, transfer ke Mardani, tapi transfernya ke PT PAR dan PT TSP,” kata Christian.

Chirstian mengaku mengetahui aliran dana itu karena pernah membaca pesan WhatsApp dari Henry Soetio yang ditujukan kepada Resi, pegawai bagian keuangan PT PCN. Resi diperintahkan mentransfer duit ke Mardani lewat PT PAR dan TSP.

“Ada berapa kali perintah itu?” cecar Ahmad Gawi.

“Yang saya tahu di WA berkali-kali yang mulia,” jawab Christian.

“Berapa totalnya?” tanya Ahmad Gawi.

“Total yang sesuai TSP dan PAR itu nilainya Rp89 miliar yang mulia,” ucap Christian Soetio. 

Angka tersebut merupakan jumlah yang dia kutip berdasarkan laporan keuangan PT PCN. Adapun transfer dana tersebut berlangsung sejak 2014.

Christian juga memberikan keterangan lain. Dia mengaku pernah mendengar dari Henry Soetio sendiri, hendak diperkenalkan kepada terdakwa Dwidjono Putrohadi oleh Mardani. Kabar tersebut diterima Christian melalui sambungan telepon.

Christian juga mengetahui perihal piutang antara Henry Setio dan terdakwa Dwidjono. Christian turut menunjukkan selembar bukti ikatan utang tersebut kepada majelis hakim.

Kasus suap diduga terjadi saat penerbitan IUP kepada PT PCN semasa Mardani H Maming menjabat Bupati Tanah Bumbu pada 2011. Saat itu, Mardani menerbitkan Surat Keputusan (SK) Bupati Tanah Bumbu Nomor 296 Tahun 2011 tentang Persetujuan Pelimpahan Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi PT Bangun Karya Pratama Lestari Nomor 545/103/IUP-OP/D.PE/2010 kepada PT Prolindo Cipta Nusantara.

Sebelumnya, Mardani menghadiri sidang kasus suap izin usaha pertambangan (IUP) di Pengadilan Tipikor, Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel) yang digelar, Senin, 25 April 2022. Ketua DPD PDIP Kalimatan Selatan (Kalsel) ini hadirsetelah tiga kali mangkir persidangan dan hanya mengikuti sidang secara online di pekan sebelumnya dalam kapasitas sebagai saksi fakta.

“Yang saya cek adalah paraf kepala dinas. Kalau sesuai aturan, maka saya tandatangani. Dia (Dwidjono) datang membawa SK ke saya," kata Mardani saat memberikan kesaksian dalam sidang tersebut.

Menanggapi kesaksian Mardani, Dwidjono menyampaikan atas pengalihan IUP dimaksud, terdakwa memaraf SK pengalihan IUP setelah Bupati menandatangani SK dimaksud.

(DEV)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id