Dirut PT Mugi Rekso Diperiksa terkait Kasus Garuda Indonesia

    Juven Martua Sitompul - 23 Januari 2018 11:36 WIB
    Dirut PT Mugi Rekso Diperiksa terkait Kasus Garuda Indonesia
    Tersangka kasus dugaan suap pengadaan mesin pesawat Garuda Indonesia pada periode 2005-2014, Soetikno Soedarjo (kanan) usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK. Foto: Antara/Aprillio Akbar.
    Jakarta: Direktur Utama (Dirut) PT Mugi Rekso Abadi, Soetikno Soedarjo, diagendakan diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dia dimintai keterangan sebagai saksi kasus dugaan korupsi pengadaan pesawat dan mesin pesawat dari Airbus SAS dan Rolls-Royce PLC pada PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk.

    "Dia akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka ESA (mantan Dirut PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar)," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Selasa 23 Januari 2018.

    Sejumlah saksi telah diperiksa penyidik untuk mengusut sekaligus melengkapi berkas perkara Emirsyah. Beberapa hal didalami, salah satunya terkait kontrak jasa konsultasi dalam pengadaan pesawat tersebut.

    Sepanjang proses penyidikan, tiga saksi yakni Sallyawati Rahardja, Hadinoto Soedigno, dan Agus Wahjudo telah dicegah KPK. KPK juga menggeledah sejumlah lokasi, salah satunya di Wisma MRA, kantor perusahaan milik Soetikno.

    Di Wisma MRA, tim juga menyasar PT Dimitri Utama Abadi. PT Dimitri Utama Abadi diketahui merupakan anak perusahaan dari PT Mugi Rekso Abadi. Perusahaan itu bergerak dalam bisnis jasa transportasi udara.

    Penggeledahan dilakukan lantaran dalam kasus ini, Soetikno diduga sebagai perantara suap antara Rolls Royce, Airbus, dan Emirsyah Satar. Bahkan, Soetikno diduga sebagai pihak yang ikut andil dalam pembelian sejumlah aset untuk Emirsyah yang berasal dari uang korupsi tersebut.

    ‎Dalam kasus ini, KPK‎ telah menetapkan Emirsyah Satar‎ dan Soetikno Soedardjo selaku bos Mugi Rekso Abadi (MRA) Grup sekaligus Beneficial Owner Connaught International. Keduanya disinyalir telah melakukan tindak pidana korupsi dengan perusahaan Rolls Royce dan Airbus terkait pengadaan mesin dan pesawat Garuda.

    Baca: Tersangka Emirsyah Satar Beli Rumah Penyanyi Iis Sugianto

    Emirsyah diduga telah menerima suap dari Soetikno dalam bentuk uang dan barang dari Rolls Royce. Emir diduga menerima 1,2 juta Euro dan USD180 ribu atau setara Rp20 miliar sedangkan barang yang diterima senilai USD2 juta dan tersebar di Singapura dan Indonesia.

    Atas dugaan itu, Emirsyah sebagai penerima suap disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b dan atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1991 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 Ayat (1) KUHP juncto Pasal 64 Ayat (1) KUHP.

    Sementara itu, Soetikno selaku pemberi suap dijerat Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1991 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 64 Ayat (1) KUHP.






    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id