Polisi Diminta Tuntaskan Kasus Pemalsuan Label SNI

    Juven Martua Sitompul - 30 Juni 2020 22:25 WIB
    Polisi Diminta Tuntaskan Kasus Pemalsuan Label SNI
    Ilustrasi. Medcom.id
    Jakarta: Polda Metro Jaya diminta transparan menangani kasus pemalsuan label SNI dalam produk besi siku. Pengusutan harus serius karena praktik pemalsuan itu berpotensi merugikan keuangan negara.

    Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane meminta Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana mengawasi penanganan kasus ini agar tuntas dan transparan. Alasannya, dampak dari praktik pemalsuan label SNI pada besi siku ini juga merugikan masyarakat.

    "Kapolda Metro Jaya perlu menjelaskan secara transparan, kenapa kasus pemalsuan label SNI pada produk besi siku di KBN Marunda, Jakarta Utara, tak kunjung dituntaskan. Padahal informasinya, penangkapan sudah dilakukan pada 17 Juni 2020," kata Neta melalui keterangan tertulis kepada media, Selasa, 30 Juni 2020.

    Berdasarkan informasi yang diterima IPW, kata Neta, praktik pemalsuan label SNI pada besi siku itu sudah berlangsung selama tiga tahun. Bahkan, praktik ini diduga telah merugikan negara sebesar Rp2,7 triliun.

    "Ada apa dengan penyidik Polda Metro Jaya? Kenapa pemilik perusahaan pemalsu label SNI pada produk besi siku tidak ditangkap dan dijadikan tersangka serta dibiarkan bebas?" ujar Neta.

    Baca: Polisi Disebut Tak Mengusut Tuntas Kasus Pembela HAM

    Neta kembali mengingatkan jika praktik pemalsuan label SNI pada produk besi siku itu tidak hanya merugikan negara. Melainkan juga sangat merugikan konsumen.

    "Dengan produk besi siku untuk konstruksi bangunan yang dipalsukan dan dijual ke konsumen dikhawatirkan bangunan yang menggunakan besi siku tersebut bisa ambruk karena tidak sesuai standar," kata Neta.

    Neta mengaku mendapatkan informasi jika kasus ini bermula dari adanya surat PO palsu untuk pemesanan barang dari Thailand berupa besi siku. Setelah sampai di Indonesia, barang besi siku itu diakui sebagai besi siku produk dalam negeri dan ditempel label SNI palsu dan dijual kepada konsumen.

    IPW juga menerima informasi bahwa pada 17 Juni 2020, Polda Metro Jaya sudah menyita 4.600 ton barang bukti besi siku dengan label SNI palsu. Kemudian pemeriksaan terhadap 11 saksi, meminta kesaksian 4 ahli, dan memeriksa 2 tersangka, serta menahan tersangka berinisial S yang tugasnya memasang label SNI palsu tersebut.

    "Melihat besarnya potensi kerugian Negara, kasus ini harus diproses transparan hingga tuntas. Untuk itu Kapolda Metro Jaya harus memastikan semangat promoter dan tidak membiarkan penyidiknya bermain-main di balik kasus yang potensi kerugian negaranya begitu besar," tegas Neta.



    (JMS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id