Polisi Korban Teror di Kalsel Naik Pangkat Luar Biasa

    Siti Yona Hukmana - 01 Juni 2020 20:14 WIB
    Polisi Korban Teror di Kalsel Naik Pangkat Luar Biasa
    Ilustrasi: Medcom.id
    Jakarta: Kapolri Jenderal Idham Azis memberikan kenaikan pangkat luar biasa (KPLB) kepada dua personel Polsek Daha Selatan, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan (Kalsel), yang menjadi korban penyerangan. Dua polisi itu yakni Brigadir Leonardo dan Brigadir Djoman Sahat Manik Raja.

    "Sudah Kapolri berikan penghargaan KPLB," kata Kapolda Kalimantan Selatan Inspektur Jenderal (Irjen) Nico Afinta saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin, 1 Juni 2020. 

    Teror ini membuat Leonardo meninggal setelah menerima sabetan pedang samurai. Sementara itu, Djoman mengalami luka-luka. Idham menginstruksikan Nico dan jajaran untuk membantu memberikan santunan kepada keluarga Brigadir Leonardo. 

    "Karena satu anggota kami kesulitan, maka seluruh anggota siap mendukung," ujar Nico.

    Nico mengaku telah menyambangi kediaman korban. Nico mengatakan Polri akan membantu biaya sekolah anak-anak korban yang masih kecil.

    "Anak korban satu umur tujuh tahun dan satu empat tahun. Saya ke kediamannya menyampaikan duka cita dari Kapolri," ungkap Nico.

    Nico menegaskan tidak akan segan menindak pelaku teror. Dia memastikan tidak ada ruang sedikit pun di Kalimantan Selatan bagi kelompok teroris. 

    Polsek Daha Selatan, Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, diserang orang tak dikenal (OTK) dengan sebilah pedang samurai Senin, 1 Juni 2020, pukul 02.15 WITA. Pelaku masuk di ruang Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT). 

    Baca: Penyerang Polsek di Kalsel Simpatisan ISIS

    Sebelum menyerang kedua polisi, pelaku terlebih dahulu membakar mobil patroli di tempat parkir kantor kepolisian tersebut. Pelaku tewas ditembak saat bersembunyi di ruang SPKT karena melawan petugas. Penyerang dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit setempat. 

    Pelaku disebut simpatisan kelompok Negara Islam (ISIS). Dalam insiden itu, polisi menemukan dokumen-dokumen beridentitas ISIS seperti syal dan kartu identitas ISIS, selembar surat wasiat bertulis tangan, serta Al-Qur'an kecil yang disimpan dalam tas pinggang pelaku.



    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id