Sterilisasi TKP Rekonstruksi Novel Sesuai Prosedur

    Siti Yona Hukmana - 07 Februari 2020 13:15 WIB
    Sterilisasi TKP Rekonstruksi Novel Sesuai Prosedur
    Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus. Medcom.id/Siti Yona Hukmana
    Jakarta: Polisi melarang media mendekat ke lokasi rekonstruksi kasus penyiraman air keras yang dialami penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan. Media dilarang mendekat karena mengikuti standar operasional prosedur (SOP).

    "Memang enggak boleh mendekat media. Aturannya begitu," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat, 7 Februari 2020.

    Yusri memastikan sterilisasi itu tidak menutupi rekonstruksi kejadian. Media, kata dia, memang tidak boleh mendekat di setiap rekonstruksi yang digelar polisi. Hal ini diterapkan di setiap reka adegan yang dilakukan penyidik Polda Metro Jaya.

    "Masa wartawan lagi rekonstruksi, 'Pak misi Pak mau foto dulu'. Saingan sama tim Inafis nanti. (Wartawan) istirahat dulu (buat berita), baru nanti mainkan (pemberitaan)," tutur dia.

    Sterilisasi TKP Rekonstruksi Novel Sesuai Prosedur
    Petugas melakukan rekonstruksi kasus penyiraman air keras terhadap penyidik KPK Novel Baswedan. Foto: ANT/Dhemas Reviyanto

    Sejumlah anggota polisi melarang media mendekati area rekonstruksi hingga radius sekitar 50 meter dari tempat kejadian perkara (TKP). Rekonstruksi berlangsung di depan rumah Novel di Jalan Deposito, Kelapa Gading, Jakarta Utara, mulai pukul 03.00 WIB hingga 06.30 WIB.

    Polisi menjaga ketat area TKP selama rekonstruksi berlangsung. Tim Tiger Polres Jakarta Utara hingga Tim Khusus Anti Bandit (Tekab) Polda Metro Jaya diturunkan mengamankan kegiatan tersebut.

    Novel disiram air keras oleh orang tak dikenal setelah menunaikan shalat subuh di Masjid Al Ihsan, pada 11 April 2017. Namun, polisi baru berhasil menangkap pelaku di kawasan Cimanggis, Depok, setelah hampir tiga tahun berlalu, tepatnya pada Kamis, 26 Desember 2019.

    Kedua pelaku yakni Rahmat Kadir dan Ronny Bugis yang merupakan polisi aktif dari kesatuan Brimob. Kedua tersangka ini dijerat dengan Pasal 170 subsider 351 Ayat (2) KUHP tentang Penganiayaan dan Pengeroyokan dengan ancaman 5 tahun penjara.



     



    (SUR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id