Polri Diminta Bongkar Pihak Imigrasi yang Membantu Djoko Tjandra

    Putra Ananda - 02 Agustus 2020 13:30 WIB
    Polri Diminta Bongkar Pihak Imigrasi yang Membantu Djoko Tjandra
    Djoko Tjandra (rompi oranye) tiba di Bandara Halim Perdanakusuma/Media Indonesia/Fransisco Carolio.
    Jakarta: Kapoksi Fraksi Partai NasDem di Komisi III Eva Yuliana meminta kepolisian mengusut pihak yang membantu Djoko Tjandra untuk keluar masuk Indonesia-Malaysia. Terutama pihak yang berada di Imigrasi.

    "Harus ada pengusutan di Imigrasi, kemungkinan adanya oknum yang membantu membuat paspor di Imigrasi Jakarta Utara, juga kemungkinan adanya oknum yang membantu menghapus Djoko Tjandra dari daftar cekal, dan bisa jadi oknum yang membantu Djoko Tjandra melalui jalur darat di perbatasan Kalimantan Barat dan Serawak, Malaysia," tegas Eva saat dihubungi, Jakarta, Minggu, 2 Agustus 2020.

    Eva menduga Djoko Tjandra bisa bebas keluar masuk Indonesia melalui jalur darat Entikong, Kalimantan Barat. Dia meminta kepolisian dan Kemenkumham mampu bekerja sama mengusut siapa pihak Imigrasi pos lintas batas negara (PLBN) yang membantu Djoko Tjandra keluar masuk perbatasan.

    "Diduga, Djoko Tjandra bisa bebas keluar masuk Indonesia karena menggunakan jalur darat melalui Entikong, KalBar. Saya kira kepolisian dan Kemenkumham harus bekerja sama untuk mengusut apakah ada oknum Imigrasi di PLBN (pos lintas batas negara) yang membantu Djoko Tjandra keluar masuk melalui jalur tikus," ujar Eva.

    Baca: Polri Fokus Periksa Djoko Tjandra Soal Surat Palsu

    Di sisi lain, Eva mengapresiasi kinerja Bareskrim Polri yang berhasil menangkap buronan kasus cessie Bank Bali itu. Polri menangkap Djoko Tjandra di Malaysia.

    "Saya mengapresiasi kerja cepat dan efektif Bareskrim Polri untuk menangkap buron Djoko Tjandra, dan berhasil dibawa pulang kembali untuk menjalani proses hukum yang telah dijatuhkan oleh MA 10 tahun yang lalu," ujar politikus asal Solo tersebut.

    Eva juga mengapresiasi Kapolri Jenderal Idham Azis yang mampu menghukum anggotanya yang membantu Djoko Tjandra selama di Indonesia. Namun, Eva mengingatkan penangkapan Djoko Tjandra baru permulaan.

    Jaringan mafia hukum di Kepolisian, Kejaksaan, Imigrasi, dan Pengadilan wajib diusut tuntas. Dengan begitu, hal yang mencoreng wajah hukum Indonesia tidak terulang kembali.

    "Di Panja pengawasan hukum kami tidak akan berhenti sampai semua oknum yang membantu bisa diadili juga," tegas dia.



    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id