Permohonan Penangguhan Penahanan Ustaz Maaher At-Thuwailibi Ditolak

    Siti Yona Hukmana - 29 Desember 2020 18:47 WIB
    Permohonan Penangguhan Penahanan Ustaz Maaher At-Thuwailibi Ditolak
    Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono. Medcom.id/Siti Yona Hukmana



    Jakarta: Penyidik Bareskrim Polri menolak permohonan penangguhan penahanan tersangka Maaher At-Thuwailibi. Tersangka kasus dugaan ujaran kebencian atau penghinaan terhadap tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Habib Luthfi bin Yahya itu mengajukan permohonan tahanan kota pada Senin, 28 Desember 2020.

    "Sampai saat ini Bareskrim Polri tidak melakukan penangguhan terhadap tersangka yang disangkakan," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa, 29 Desember 2020.






    Permohonan penangguhan penahanan diajukan istri Msseer, Iqlima Ayu. Ayu datang bersama anak dan sejumlah kiai ke Bareskrim Polri.

    "Saya mohon untuk suami saya segera dibebaskan," kata Ayu di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Senin, 28 Desember 2020.

    Upaya penangguhan penahanan juga diajukan sembilan kiai. Yakni Kiai Zaenal Arifin, Kiai Barkah, Kiai Siroj Ronggolawe, Kiai Abdul Mudjib, Kiai Saifudin Aman, Kiai Marzuqi, Gus Ismail, Muhammad Rofi'i Mukhlis, dan Gus Mustain.

    (Baca: Ustaz Maheer At-Thuwailibi Jadi Tersangka Ujaran Kebencian)

    Ketua Umum Barisan Ksatria Nusantara Muhammad Rofi'i Mukhlis menyerahkan sepenuhnya pengajuan penangguhan penahanan kepada Kapolri Jenderal Idham Azis. Dia tak ingin mengintervensi kepolisian.

    "Kami serahkan semua pada proses hukum. Kami hanya munajat kepada Allah, mudah-mudahan dikabulkan. Karena Ustaz Maheer ini punya dua anak kecil," ujar Rofi'i.

    Kasus ini bermula dari cuitan Maheer di Twitternya. Dia mengunggah foto Luthfi disertai tulisan 'Iya tambah cantik pake jilbab kayak kiainya Banser ini ya'.

    Maheer ditangkap penyidik Bareskrim Polri pada pukul 04.00 WIB, Kamis, 3 Desember 2020. Dia ditangkap di kediamannya di Bogor, Jawa Barat.

    Penangkapan Maheer berdasarkan surat penangkapan bernomor SP.Kap/184/XII/2020/Dittipidsiber. Maheer juga ditetapkan sebagai tersangka terkait ujaran kebencian bernuansa SARA melalui media sosial Twitter.

    Dia dijerat Pasal 45a ayat (2) juncto Pasal 28 ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id