Polisi Tegaskan Pemeriksaan Anies Baswedan Tak Berlebihan

    Siti Yona Hukmana - 18 November 2020 16:15 WIB
    Polisi Tegaskan Pemeriksaan Anies Baswedan Tak Berlebihan
    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memenuhi panggilan polisi. ANT/Hafidz Mubarak A
    Jakarta: Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat menegaskan pemeriksaan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan hal biasa. Anies dinilai paling berwenang mengklarifikasi pelanggaran protokol kesehatan di wilayah DKI Jakarta.

    "Rekan-rekan perlu dicapai pengertian yang sama dulu, tidak langsung orang diklarifikasi kemudian berpotensi menjadi tersangka. Jadi berlebihannya di mana? Kesannya kalau dipanggil polisi itu dikriminalisasi dan sebagainya," kata Tubagus di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu, 18 November 2020.  

    Tubagus menjelaskan pemeriksaan Anies terkait Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang tengah diterapkan di Ibu Kota. Pembatasan itu sesuai Pasal 93 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan.

    "Kalau status daerah tidak dalam pembatasan sosial berskala besar (PSBB), tidak dalam situasi dikarantina, maka UU itu tidak dapat diberlakukan," papar Tubagus.

    (Baca: Panitia Hingga Ahli Pidana Diklarifikasi Soal Pernikahan Anak Rizieq)

    Tubagus menegaskan hanya Anies yang berkompetensi menjawab situasi DKI Jakarta. Dia dimintai keterangan terkait dasar hukum, pertimbangan, upaya, dan lainnya terkait pemberlakuan PSBB.

    "Jangan ada anggapan bahwa ada kriminalisasi dan sebagainya. Ini masih klarifikasi dalam tahap penyelidikan untuk menentukan ada atau tidak pidananya," tegas Tubagus.

    Klarifikasi saksi akan berlangsung hingga tiga hari. Setelah itu, penyidik akan menggelar perkara untuk menentukan ada atau tidaknya unsur pidana.

    Anies diperiksa selama lebih kurang sembilan jam, Selasa, 17 November 2020. Orang nomor satu di Jakarta itu dicecar 33 pertanyaan.

    Jawaban Anies dituangkan ke dalam laporan setebal 23 halaman. Anies mengaku telah menjawab pertanyaan sesuai fakta.

    Pemeriksaan ini menyusul kerumunan massa di rumah Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab. Pemprov DKI Jakarta dinilai membiarkan kerumunan di tengah pandemi covid-19.

    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id