Tanah dan Motor Rampasan Perkara Mantan Bupati Labuhanbatu Dilelang

    Fachri Audhia Hafiez - 18 November 2020 13:35 WIB
    Tanah dan Motor Rampasan Perkara Mantan Bupati Labuhanbatu Dilelang
    Ilustrasi. Media Indonesia.
    Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melelang dua bidang tanah beserta bangunan dan satu unit sepeda motor terkait kasus rasuah yang menjerat mantan Bupati Labuhanbatu, Pangonal Harahap. Pelelangan dilakukan berdasarkan hasil putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap.

    "KPK akan melakukan lelang eksekusi barang rampasan di muka umum berdasarkan putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Medan Nomor: 109/Pid.SUS.TPK/2018/PN-MDN tanggal 4 April 2019," kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara Bidang Penindakan KPK Ali Fikri saat dikonfirmasi, Rabu, 18 November 2020.

    Dua bidang tanah beserta bangunan yang berlokasi di Kelurahan Gedung Johor Kecamatan Medan Johor, Medan, Sumatra Utara, dijual dalam satu paket dengan dua sertifikat. Pertama, sertifikat hak milik nomor 5229 dengan luas 112 meter persegi.

    Kedua, sertifikat hak milik nomor 5979 dengan luas 162 meter persegi. Kedua sertifikat atas nama Keshia Khalida Aprili.

    "Dilelang dengan limit Rp2,8 miliar serta uang jaminan Rp1 miliar," ujar Ali.

    Baca: KPK Lelang Dua Mobil Hasil Perkara Eks Bupati Batubara

    Kemudian sepeda motor merek Kawasaki type EX 250M warna abu-abu tahun pembuatan 2016. Pelat nomor kendaraan, yakni BK 4402 AGP atas nama Hamlet Harahap. Nilai limit Rp32,3 juta serta uang jaminan Rp10 juta.

    Lelang dilaksanakan Selasa, 15 Desember 2020. Penawaran dilakukan melalui metode closed bidding dengan mengakses laman lelang.go.id. KPK mengimbau peserta mengakses laman kpk.go.id untuk informasi lebih lengkap.

    Pangonal menerima suap berbentuk hadiah uang lebih dari Rp42 miliar dan SGD218 ribu dari pemilik PT Binivian Konstruksi Abadi, Effendy Syahputra alias Asiong. Fulus itu terkait sejumlah proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Labuhan Batu Tahun Anggaran 2018.

    Pangonal dihukum tujuh tahun penjara untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Dia juga dikenakan pidana denda Rp200 juta subsider dua bulan penjara serta dibebankan membayar uang pengganti sesuai kejahatan korupsi yang dilakukannya.

    (JMS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id