Alat Rapid Antigen di Kualanamu Ternyata Bekas Pakai, dr Tirta: Gini Lagi Gini Lagi

    Adri Prima - 28 April 2021 21:24 WIB
    Alat Rapid Antigen di Kualanamu Ternyata Bekas Pakai, dr Tirta: <i>Gini Lagi Gini Lagi</i>
    Layanan rapid test di Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumut digerebek polisi terkait dugaan pemalsuan proses rapid test, Selasa, 27 April 2021. Foto: Antara



    Jakarta: Penggunaan alat rapid test antigen covid-19 bekas di Bandara Internasional Kualanamu, Sumatra Utara dinilai sudah kelewatan. 
     
    Kasus ini terkuak setelah polisi menggerebek layanan rapid test covid-19 di lokasi tersebut pada Selasa, 27 April 2021. Penggerebekan dilakukan terkait adanya dugaan pemalsuan proses rapid test antigen. 

    Kabid Humas Polda Sumatra Utara Kombes Hadi Wahyudi menuturkan, penangkapan itu berawal dari laporan salah satu korban. Laporan itu perihal adanya petugas medis di Bandara Kualanamu yang menggunakan alat rapid test antigen bekas, sehingga membuat hasil tes penumpang positif covid-19.
     
    "Sekarang mereka masih diperiksa secara intensif," ujar Hadi, Rabu, 28 April 2021.

     



    Sebanyak lima petugas medis Kimia Farma yang bertugas di Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumatra Utara, diperiksa terkait kasus tersebut. Yakni RN, AD, AT, EK, dan EI.

    Usai penggeledahan, polisi menyita sejumlah barang bukti. Yakni ratusan alat rapid test antigen bekas, komputer dua unit, uang kertas, mesin printer dua unit, dan ratusan sampel hasil tes antigen yang belum diuji. 

    Dokter Tirta akhirnya turut buka suara terkait kasus penggunaan alat tes swab antigen bekas di Bandara Kualanamu ini. Menurutnya, kasus ini menjadi alasan kenapa tes antigen untuk syarat perjalanan tidak diperlukan karena ujungnya hanya akan menjadi permainan oknum-oknum. 

    "Yaelah bor bor. Kasus sama terulang kembali. Dah dibilangin, perjalanan ga perlu pake swab antigen. Kok ngeyel. Ujung2 nya gini lagi gini lagi," kata Dokter Tirta melalui Instagramnya, Rabu 28 April 2021. 

    Tirta menambahkan, Covid-19 bisa menular dari mana saja, sehingga protokol 3M (pakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak) di dalam pesawat jauh lebih penting ketimbang swab antigen. 

    "Kan saya sudah bilang bahwa swab antigen untuk syarat perjalanan itu tidak relevan karena Covid-19 bisa menular darimana aja. Yang paling penting itu 3 M aja (pakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak) ketika di pesawat atau di transportasi umum," beber Dokter Tirta.


    (ACF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id