Dugaan Penerimaan Uang Dirjen Linjamsos Bakal Dibuka di Persidangan

    Candra Yuri Nuralam - 18 Februari 2021 15:56 WIB
    Dugaan Penerimaan Uang Dirjen Linjamsos Bakal Dibuka di Persidangan
    Ilustrasi KPK. Medcom.id/Fachri Auhdia Hafiez



    Jakarta: Direktur Jenderal (Dirjen) Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) Kementerian Sosial (Kemensos), Pepen Nazaruddin, diduga kecipratan uang terkait kasus dugaan rasuah bantuan sosial (bansos). Informasi itu diketahui usai penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa pihak swasta Nuzulia Hamzah Nasution pada 25 Januari 2021.

    Pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK bidang penindakan Ali Fikri mengatakan pihaknya bakal mengungkapkan uang-uang yang diterima sejumlah pihak dalam kasus itu. Detail penerimaan bakal dibongkar di persidangan.






    "JPU (jaksa penuntut umum) akan menghadirkan saksi-saksi dan alat bukti untuk menggali fakta-fakta hukum lebih jauh, termasuk tentu jika ada dugaan keterlibatan pihak lain," kata Ali melalui keterangan tertulis, Kamis, 18 Februari 2021.

    Ali mengungkapkan saat ini pihaknya terus menyelesaikan berkas perkara para tersangka. Penyidik ingin segera mengirim berkas tersangka ke pengadilan.

    (Baca: Dirjen Linjamsos Berpotensi Jadi Tersangka Dugaan Korupsi Bansos)

    "Penyidikan tentu fokus pada melengkapi pembuktian unsur pasal para tersangka saat ini lebih dahulu," ujar Ali.

    Sebelumnya, KPK memeriksa pihak swasta Nuzulia Hamzah Nasution untuk mendalami aliran dana rasuah untuk Pepen Nazaruddin. Uang panas itu diduga diberikan tersangka Ardian IM.
     
    "Nuzulia Hamzah Nasution dikonfirmasi terkait adanya dugaan pemberian sejumlah uang oleh tersangka AIM (pihak swasta Ardian IM) kepada Pepen Nazarudin dan pihak-pihak lain di Kemensos," kata Ali Fikri melalui keterangan tertulis, Senin, 25 Januari 2021.
     
    Nuzulia merupakan broker vendor dalam pengadaan bansos. Ali enggan membeberkan nominal yang diterima Pepen dan pihak lain.

    KPK telah menetapkan sejumlah tersangka dalam kasus ini, yakni mantan Menteri Sosial Juliari Peter Batubara, dua pejabat pembuat komitmen (PPK) Kemensos, Adi Wahyono dan Matheus Joko Santoso. Kemudian, pihak swasta Ardian IM dan Harry Sidabuke.

    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id