Penipu Bermodus SMS Menang Undian Dapat Rp200 Juta Sebulan

    Siti Yona Hukmana - 02 Maret 2021 07:33 WIB
    Penipu Bermodus SMS Menang Undian Dapat Rp200 Juta Sebulan
    Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya/Medcom.id/Yona.



    Jakarta: Polisi menangkap pelaku penipuan dan penggelapan bermodus short message service (SMS) menang undian. Pelaku mendapatkan ratusan juta rupiah atas perbuatan jahat itu.

    "Keuntungannya hampir Rp200 juta per bulan dengan cara menipu random," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa, 2 Maret 2021.






    Yusri mengatakan pelaku mengaku baru satu atau dua kali melancarkan aksi penipuan itu. Namun, polisi tidak langsung memercayainya. Penyidik akan terus melakukan pendalaman.

    Pelaku yang berhasil dibekuk, yakni HS dan U. Mereka memiliki peran berbeda.

    HS melakukan penipuan bermodus SMS menang undian melalui modem yang telah diisi GSM. Dia menyiapkan 20 modem untuk menjaring mangsa. Nomor telepon korban dicari secara random.

    Sedangkan, U menyiapkan rekening penampung. Polisi menyita 20 nomor rekening dengan nama orang lain. U mengaku membeli rekening tersebut ke orang lain.

    Polisi tengah mendalami penjual nomor rekening tersebut. Termasuk, indikasi kerja sama dengan pihak bank.

    Baca: Penipu Bermodus SMS Menang Undian Beli 20 Nomor Rekening

    Komplotan penipuan ini merupakan jaringan Sulawesi Selatan. Namun, keduanya ditangkap di Pondok Jaya, Tangerang pada Sabtu, 20 Februari 2021.

    Keduanya melancarkan aksinya di Jakarta. HS mengirimkan pesan menang undian kepada nomor telepon yang didapat. Kemudian, korban yang tertipu diarahkan untuk mengklik link yang disiapkan atau komunikasi lewat WhatsApp.

    Setelah itu, korban diminta mengirimkan Rp300 ribu sebagai uang pangkal. Korban yang terpengaruh bisa mengirimkan hingga jutaan rupiah.

    Kedua pelaku telah ditahan. Mereka dijerat Pasal 378, 372 KUHP, Pasal 3 dan Pasal 5 Undang-Undang (UU) RI Nomor 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), dan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Mereka terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara.

    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id