Korupsi Proyek Fiktif Waskita Karya Diselisik Lewat Eks Bupati Wakatobi

    Fachri Audhia Hafiez - 27 Oktober 2020 11:29 WIB
    Korupsi Proyek Fiktif Waskita Karya Diselisik Lewat Eks Bupati Wakatobi
    Ilustrasi. Media Indonesia.
    Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil mantan Bupati Wakatobi, Hugua. Dia akan diperiksa sebagai saksi kasus dugaan korupsi pengerjaan subkontraktor fiktif pada proyek yang dikerjakan PT Waskita Karya (Persero).

    "Diperiksa sebagai saksi untuk tersangka YAS (mantan Kepala Bagian Keuangan dan Risiko Divisi II PT Waskita Karya Yuly Ariandi Siregar)," kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara bidang penindakan KPK Ali Fikri saat dikonfirmasi, Selasa, 27 Oktober 2020.

    Penyidik juga memanggil mantan Direktur Utama PT Translingkar Kita Jaya Bambang Hartanto sebagai saksi untuk tersangka yang sama. Keterangan keduanya dibutuhkan guna mempertajam berkas penyidikan Yuly.

    Baca: KPK Gali Akar Korupsi KTP-el Lewat Eks Anggota DPR Chairuman Harahap

    Selain itu, dua saksi lain dipanggil penyidik untuk tersangka Kepala Divisi II Waskita Karya Fathor Rachman. Kedua saksi itu ialah Direktur Utama PT Translingkar Kita Jaya Hilman Muhsin dan mantan Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juana Hartanto.

    Perkara ini telah menjerat lima tersangka. Mereka ialah mantan Kepala Bagian Pengendalian pada Divisi III/Sipil/II PT Waskita Karya, Jarot Subana, mantan Kepala Proyek dan Kepala Bagian Pengendalian pada Divisi III/Sipil/II PT Waskita Karya, Fakih Usman, mantan Kepala Divisi III/Sipil/II PT Waskita Karya Desi Arryani, Yuly dan Fathor.

    Para tersangka diduga melakukan tindak pidana korupsi terkait pekerjaan subkontraktor fiktif pada proyek-proyek yang dikerjakan oleh Divisi III/Sipil/II PT Waskita Karya pada 2009 hingga 2015.

    Kelima tersangka disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo. Pasal 65 ayat (1) KUHP.

    (JMS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id