Anak Buah Bupati Muara Enim Lunasi Uang Hukuman Rp2,3 Miliar

    Fachri Audhia Hafiez - 23 November 2020 14:06 WIB
    Anak Buah Bupati Muara Enim Lunasi Uang Hukuman Rp2,3 Miliar
    Pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK Ali Fikri. Medcom.id/Arga Sumantri
    Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyetor uang hukuman mantan Kepala Bidang (Kabid) Pembangunan Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Muara Enim, Sumatra Selatan, Elfin Mz Muchtar. Penyetoran ke kas negara tersebut berupa pembayaran uang Rp2,3 miliar.

    "Jaksa eksekutor KPK telah selesai melaksanakan putusan majelis hakim terhadap amar putusan pembayaran uang pengganti. Sehingga terpidana telah melunasi pembayaran uang hukuman," kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara bidang penindakan KPK Ali Fikri saat dikonfirmasi, Senin, 23 November 2020.

    Uang hukuman tersebut terdiri atas denda pidana dan uang pengganti yang dibayar secara bertahap. Pada 1 Juli 2020, uang hukuman dibayarkan Rp600 juta, pada 22 September 2020 sejumlah Rp1 miliar, dan pada 12 November 2020 Rp765 juta.

    Ali menegaskan KPK tidak hanya menuntut pidana penjara sebagai bagian efek jera untuk koruptor. KPK juga terus berupaya menagih denda pidana serta uang pengganti untuk disetor ke negara.

    "Sebagai bagian upaya maksimal pemasukan ke kas negara dari hasil asset recovery tindak pidana korupsi," ujar Ali.

    Baca: KPK Setor Denda Anak Buah Bupati Muara Enim

    Elfin merupakan perantara Bupati nonaktif Muara Enim Ahmad Yani. Dia mengatur pembagian uang fee proyek lingkungan Pemerintah Kabupaten Muara Enim. Elfin dinyatakan terbukti menerima suap dari terdakwa kontraktor Robi Okta Fahlefi.

    Kaki tangan Ahmad Yani itu terbukti menerima Rp1 miliar dan tanah senilai Rp2 miliar di wilayah Tangerang, Banten. Elfin juga menerima sepasang sepatu basket seharga Rp25 juta.

    Elfin dijatuhi hukuman empat tahun penjara dan denda Rp200 juta subsider enam bulan oleh Pengadilan Negeri Palembang. Elfin juga dikenakan membayar kerugian negara sebesar Rp2,365 miliar.

    Elfin terbukti melanggar Pasal 12 huruf a Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id