Mengundurkan Diri Karena Kerap Dihina, Kasat Sabhara Polres Blitar Dimutasi

    Siti Yona Hukmana - 07 Oktober 2020 08:14 WIB
    Mengundurkan Diri Karena Kerap Dihina, Kasat Sabhara Polres Blitar Dimutasi
    Kasat Sabhara Polres Blitar AKP Agus Hendro Tri Susetyo saat mendatangi Polda Jatim. Medcom.id/Amaluddin
    Jakarta: Kasat Sabhara Polres Blitar AKP Agus Hendro Tri Susetyo belum bisa keluar dari institusi Polri. Agus mengundurkan diri lantaran kerap dihina pimpinannya, Kapolres Blitar, AKBP Ahmad Fanani.

    "Yang bersangkutan dimutasikan ke pelayanan markas (yanma) Polda Jatim," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono saat dikonfirmasi di Jakarta, Rabu, 7 Oktober 2020.

    Awi mengatakan kasus Agus dan Ahmad Fanani masih dalam penyelidikan. Keduanya masih diperiksa intensif untuk mengetahui fakta yang sebenarnya.

    "Terhadap kasus itu, tim yang telah dibentuk terdiri atas Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) dan auditor pemeriksaan khusus (riksus) Inspektorat Daerah Polda Jatim," ungkap jenderal bintang satu itu.

    Agus mengundurkan diri sebagai anggota kepolisian setelah 27 tahun mengabdi. Alasannya dia kerap dihina Kapolres Blitar, AKBP Ahmad Fanani.

    Agus mendatangi Polda Jatim untuk menyerahkan berkas surat pengunduran diri sebagai anggota Polri. Surat ditujukan ke Kapolda Jatim dengan tembusan Kapolri Jenderal Idham Azis.

    (Baca: Kerap Dimaki Pimpinan, Kasat Sabhara Polres Blitar Pilih Mengundurkan Diri)

    Agus juga melaporkan sang pimpinan karena dianggap cukup arogan kepada anak buahnya. "Hari ini saya sudah ajukan pengunduran diri pada Kapolda Jatim dengan tembusan bapak Kapolri. Alasannya, saya tidak terima sebagai manusia dengan arogansi Kapolres saya," kata Agus, usai mendatangi Polda Jatim, Surabaya, Jatim, Kamis, 1 Oktober 2020.

    Dia tidak dapat menerima perlakuan pimpinannya yang kerap memaki bawahan dengan berbagai macam makian. Kekesalan ini tidak hanya dirasakannya, tetapi juga perwira lain setingkat kepala satuan (kasat).

    "Sebenarnya saya ini sudah akumulasi dari senior saya. Akumulasi (kekesalan) kasat yang lain. Kalau ada yang tidak cocok gitu, maki-makian kasar itu sering disampaikan, mohon maaf, kadang sampai nyebut-nyebut binatang. Sama saya tidak separah itu, yang terakhir menyebut bencong, tidak berguna, banci, lemah, dan lain-lain," beber dia.

    Ahmad Fanani sebelumnya menjabat sebagai Kasubdit I Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya. Dia pindah sebagai Kapolres Blitar sejak 17 Februari 2020.

    (REN)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id