Berita Terpopuler Nasional, Penarikan Komjen Antam dari KKP Hingga Edhy Prabowo Tersangka

    Renatha Swasty - 26 November 2020 07:59 WIB
    Berita Terpopuler Nasional, Penarikan Komjen Antam dari KKP Hingga Edhy Prabowo Tersangka
    Penetapan tersangka kasus ekspor benih lobster. Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
    Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar operasi tangkap tangan (OTT) di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Sejumlah berita terkait penangkapan itu menjadi perhatian pembaca Medcom.id sepanjang Rabu, 25 November 2020.

    Salah satunya soal penarikan Komjen Antam Novambar dari Kementerian Kelautan dan Perikanan. Penarikan Antam dipertanyakan lantaran hanya berselang seminggu sebelum OTT.

    Pembaca Medcom.id juga penasaran dengan status Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo. Edhy menjadi salah satu pihak yang ditangkap dalam operasi senyap itu.

    Status tersangka Edhy menjadi perhatian pembaca kanal Nasional kemarin. Penetapan tujuh orang sebagai tersangka dalam kasus korupsi terkait ekspor benih lobster itu juga menarik pembaca.

    Berikut tiga berita terpopuler:

    1. Komjen Antam Novambar Ditarik dari KKP Sepekan Sebelum OTT

    Polri telah menarik Komjen Antam Novambar dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Penarikan Antam tertuang dalam Surat Telegram (ST)/3232/XI/KEP./2020 pada Senin, 16 November 2020.
     
    "Iya ada surat telegram rahasia (TR) penarikan, karena beliau bulan ini memasuki masa pensiun," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu, 25 November 2020.

    Penarikan mantan Sekretaris Jenderal KKP itu sempat dipertanyakan. Sebab, penarikan hanya berselang sepekan dari OTT KPK terhadap Menteri KKP Edhy Prabowo.

    Namun, Awi emoh berkomentar soal OTT itu. Dia mempersilakan mengonfirmasi hal tersebut ke KPK.

    Baca selengkapnya di sini

    2. Menteri Edhy Prabowo Ditetapkan Sebagai Tersangka

    KPK menetapkan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo sebagai tersangka kasus dugaan korupsi terkait perizinan calon eksportir benur atau benih lobster. Edhy diduga menerima hadiah atau janji dari pengusaha berkaitan perizinan tersebut dan membelanjakannya barang-barang mewah saat berada di Amerika Serikat.
     
    "Setelah pemeriksaan intensif dilanjutkan dengan gelar perkara KPK menyimpulkan ada penerimaan hadiah dan janji oleh penyelenggara negara dan KPK menetapkan tujuh tersangka," kata Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango dalam konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta, Rabu, 25 November 2020 malam.

    Baca selengkanya di sini
     

    3. KPK Tetapkan 7 Tersangka Kasus Ekspor Benih Lobster

    KPK menetapkan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo sebagai tersangka kasus dugaan korupsi terkait dengan perizinan tambak, usaha, dan atau pengelolaan perikanan atau komoditas perairan sejenis lainnya tahun 2020. Istri Edhy, Iis Rosyati Dewi, yang turut ditangkap, tak dijadikan tersangka.
     
    "KPK menetapkan tujuh orang tersangka," kata Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango di Gedung Penunjang KPK, Jalan Kuningan Persada, Setiabudi, Jakarta Selatan, Rabu, 25 November 2020.

    Sebanyak lima tersangka sebagai penerima yakni Staf Khusus Menteri KP Safri (SAF), Staf Khusus Menteri KP Andreau Pribadi Misanta (APM), dan pengurus PT ACK Siswadi (SWD). Kemudian istri Staf Menteri KP Ainul Faqih (AF), Amiril Mukminin (AM), dan Edhy Prabowo.
     
    Sementara itu, seorang tersangka berperan sebagai pemberi yakni Direktur PT DPP Suharjito (SJT). Para tersangka ditahan selama 20 hari, sejak 25 November 2020 sampai 14 Desember 2020.

    Baca selengkapnya di sini

    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id