Hari Lahir Pancasila Momentum Setop Benturkan Agama dengan Nasionalisme

    Arga sumantri - 01 Juni 2021 21:49 WIB
    Hari Lahir Pancasila Momentum Setop Benturkan Agama dengan Nasionalisme
    Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini. Dokumentasi.



    Jakarta: Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini menyoroti polemik mengenai tes wawasan kebangsaan (TWK) bagi para pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Khususnya, mengenai soal-soal yang disebut menyinggung keyakinan agama dan nasionalisme.

    "Di momentum Hari Lahir Pancasila 1 Juni ini kita semua perlu mengokohkan pemahaman bahwa Pancasila dan konstitusi sejatinya dibangun di atas pondasi agama," kaya Jazuli di Jakarta, Selasa, 1 Juni 2021.

     



    "Pertanyaan-pertanyaan tersebut jelas tendensius memisahkan agama dan nasionalisme kebangsaan. Penanya jelas tidak paham sejarah bangsa, sekaligus disadari atau tidak telah merusak dan merongrong kewibawaan Pancasila dan konstitusi," ungkap Jazuli.

    Jazuli mengatakan soal-soal TWK pegawai KPK tendensius karena memisahkan agama dan nasionalisme kebangsaan. Menurut dia, ini berbahaya dan bentuk ketidakpahaman atas sejarah bangsa.

    "Sekaligus disadari atau tidak telah merusak dan merongrong kewibawaan Pancasila dan konstitusi," ungkap Jazuli.

    Anggota Komisi I DPR Dapil Banten ini mensinyalir ada upaya membentur-benturkan agama dan kebangsaan. Ia sepakat kalau radikalisme, komunisme, sekularisme dan sejenisnya yang bertentangan dengan dasar negara dan konstitusi harus dilawan.

    "Tapi membenturkan agama dan kebangsaan, dengan sinis menuduh orang agamis yang taat agama sebagai anti kebangsaan jelas salah besar dan harus dihentikan karena jelas bertentangan dengan Pancasila dan konstitusi itu sendiri," terang Jazuli.

    Baca: Gotong Royong Saat Musibah Bukti Melekatnya Nilai-nilai Pancasila

    Pancasila dan UUD 1945, lanjut dia, justru mendorong setiap warga negara untuk taat dan komitmen pada agamanya masing-masing. Bahkan, negara menjamin perlindungannya berdasarkan Pasal 29 Ayat 2 UUD.

    "Agama, kitab suci, dan nilai-nilai ajarannya dihormati dan dijunjung tinggi di republik ini. Kita negara yang religius bukan negara sekuler, jadi jangan dibentur-benturkan antara agama dan kebangsaan," tandasnya.

    Ia mendesak Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginvestigasi masalah ini dan mengevaluasi TWK bagi seluruh pegawai negeri, tidak hanya di KPK. Hal ini agar kembali pada upaya mengokohkan Pancasila dan konstitusi.

    "Bukan sebaliknya, memunculkan pertanyaan yang justru merusak tatanan nilai kebangsaan kita," ungkapnya.

    (JMS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id