Cegah Korona, Istana Sebut Polisi Bubarkan 1.731 Kerumunan

    Nur Azizah - 27 Maret 2020 13:31 WIB
    Cegah Korona, Istana Sebut Polisi Bubarkan 1.731 Kerumunan
    Juru bicara Presiden Joko Widodo/Medcom.id/Damar Iradat
    Jakarta: Istana Kepresidenan menyebut Polri membubarkan 1.731 kali kerumunan mencegah penyebaran virus korona (covid-19). Pembubaran ini dilakukan usai Kapolri Jenderal Idham Azis mengeluarkan maklumat larangan berkumpul di tengah wabah Covid-19.

    "Berdasarkan maklumat tersebut, Polri telah menindak tegas aktivitas massa dan kerumunan. Sampai pada Kamis, 26 Maret 2020 dilakukan 1.731 kali pembubaran massa dan kerumunan," kata juru bicara Presiden, Fadjroel Rachman di Jakarta, Jumat, 27 Maret 2020.

    Dalam maklumat itu disebut siapa pun yang melanggar akan dijerat Pasal 212 KUHP, Pasal 216 KUHP, dan Pasal 218 KUHP. Pasal 212 KUHP menyebutkan pidana penjara paling lama satu tahun empat bulan atau pidana denda paling banyak Rp4.500.

    Pasal 216 ayat (1) menjelaskan pelanggar dapat diancam pidana penjara paling lama empat bulan dua minggu atau pidana denda paling banyak Rp9.000. Pasal 218 KUHP menyebutkan pelanggar dapat dijerat pidana penjara paling lama empat bulan dua minggu atau pidana denda paling banyak Rp9.000.

    Fadjroel menilai maklumat ini selaras dengan kebijakan pemerintah untuk jaga jarak atau sosial distancing. Ini diterapkan agar bisa memutus mata rantai penyebrangan covid-19.

    Baca: Negara Anggota G20 Kompak Cari Vaksin Korona

    Fadjroel memastikan Polri bertindak sesuai aturan. Tidak ada kekerasan yang dilakukan aparat.

    "Hingga saat ini pendekatan Polri sampai dalam tingkat sangat demokratis, yaitu dialog dan ajakan. Polri tidak, atau belum, menerapkan ketegasan dalam dimensi kekerasan negara dalam konteks demokrasi demi kepentingan umum," ungkap Fadjroel.

    Fadjroel menyampaikan Presiden Joko Widodo juga mendorong tim gugas covid-19 bekerja secara cepat dan tepat. Keselamatan kesehatan dan daya sosial ekonomi harus bisa diwujudkan.

    “Hal ini karena keselamatan Rakyat adalah Hukum Tertinggi (Salus Populi Suprema Lex Esto)," kata dia.



    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id