Eks Ketua DPRD Sumut Diperiksa KPK

    Fachri Audhia Hafiez - 18 Mei 2020 11:36 WIB
    Eks Ketua DPRD Sumut Diperiksa KPK
    Ilustrasi. Media Indonesia.
    Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil mantan Ketua DPRD Sumatera Utara (Sumut) Saleh Bangun. Ia diperiksa terkait kasus suap yang melibatkan eks legislator Sumut dan mantan Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho.

    "Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka RN (Robert Nainggolan)," kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK Ali Fikri di Jakarta, Senin, 18 Mei 2020.

    KPK juga memanggil mantan Bendahara Sekretariat DPRD Sumut, Muhammad Alinafiah; mantan Kepala Biro Keuangan Provinsi Sumut, Baharuddin Siagian; dan pensiunan Sekretaris DPRD Sumut, Randiman Tarigan. Ketiganya juga dipanggil penyidik untuk perkara yang sama.

    Sebelumnya, KPK menetapkan 14 anggota DPRD Sumut periode 2004-2009 dan 2009-2014 sebagai tersangka kasus suap. Ke-13 tersangka lainnya ialah Sudirman Halawa; Rahmad Pardamean Hasibuan; Nurhasanah; Megalia Agustina; Ida Budiningsih; Ahmad Hosein Hutagulung; Syamsul Hilal; Ramli; Mulyani; Layani Sinukaban; Japorman Saragih; Jamaluddin Hasibuan; dan Irwansyah Damanik.

    Baca: KPK Bidik Adi Toegarisman Lewat Keterangan Miftahul Ulum

    Para tersangka disangka menerima 'uang ketok palu' dari mantan Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho. Duit pelicin terkait suap terkait persetujuan laporan pertanggungjawaban Pemerintah Provinsi sumut tahun anggaran 2012 hingga 2014; persetujuan perubahan APBD Provinsi Sumut tahun anggaran 2013 dan 2014; pengesahan angggaran pendapatan dan belanja daerah Provinsi Sumut tahun anggaran 2014 dan 2019; dan penolakan penggunaan hak interpelasi oleh DPRD Provinsi Sumut pada 2015.

    Atas perbuatannya, 14 eks anggota DPRD itu disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 jo. pasal 64 ayat (1) dan pasal 55 ayat (1) ke-1 KUH Pidana. Namun KPK tidak menahan belasan eks legislator itu.



    (JMS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id