Bantuan Hukum kepada Penyerang Novel Dianggap Wajar

    Candra Yuri Nuralam - 16 Mei 2020 08:45 WIB
    Bantuan Hukum kepada Penyerang Novel Dianggap Wajar
    Penyidik KPK Novel Baswedan (kedua kanan) selaku korban berbincang dengan JPU dalam sidang lanjutan kasus penyiraman air keras terhadap dirinya di PN Jakarta Utara, Jakarta, Kamis, 30 April 2020. Foto: Antara/Aprillio Akbar
    Jakarta: Pemberian bantuan hukum kepada penyiram air keras penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan, Rahmat Kadir Mahulette dan Ronny Bugis, dari Mabes Polri dinilai wajar. Keduanya berhak mendapatkan bantuan hukum berdasarkan asas praduga tak bersalah.

    "Jadi secara hukum Divisi Hukum Mabes Polri tetap boleh memberikan pendampingan dan pembelaan hukum kepada terdakwa dalam perkara Novel karena keduanya belum tentu bersalah sebelum adanya putusan hakim yang telah berkekuatan hukum tetap," kata Koordinator Masyarakat Antikorupsi Indonesia (Maki) Boyamin Saiman kepada Medcom.id, Sabtu, Mei 2020.

    Menurut dia, pengacara yang diberikan bukan menjadi bentuk membela pelaku penyiram air keras terhadap Novel. Memang sudah sepantasnya seorang pengacara membela kliennya dalam persidangan.

    "Di sisi lain, penasihat hukum dari Mabes Polri dan atau advokat statusnya sama dalam persidangan bukan semata-mata untuk membebaskan, namun sebatas membela hak-haknya atau setidak-tidaknya membela untuk keringanan hukuman," ujar Boyamin.

    Boyamin meminta hal tersebut tak dipermasalahkan. Masyarakat diminta meyakini persidangan kasus Novel Baswedan dilakukan secara profesional.

    "Kita harus bersikap menghormati proses di pengadilan secara benar. Yakinlah jika kedua terdakwa terbukti salah pasti dihukum secara adil," tutur Boyamin.

    Sementara itu, kuasa hukum Novel Baswedan, Saor Siagian, heran Mabes Polri memberikan bantuan pengacara bagi dua orang penyiram air keras ke kliennya. Saor curiga pemberian bantuan itu dikarenakan ada yang ingin dilindungi.

    "Kontradiktif, bisa diartikan polisi memberi surat kuasa menyerang Novel Baswedan," kaata Saor kepada Medcom.id, Jumat,  15 Mei 2020.

    Menurut Saor seharusnya Mabes Polri tak perlu membantu penyerang Novel. Pasalnya, tindakan mereka sudah mencoreng nama besar kepolisian yang seharusnya melindungi rakyat.

    "Mustinya polisi, sebagai penegak hukum  harus menghukum seberatnya anggotanya yang melakukan tindak pidana terhadap penegak hukum. Ini malah membela. Mengerikan," tegas Saor.

    Baca:  Kuasa Hukum Novel Heran Polri Bantu Pelaku Penyiram Air Keras

    Meski kesal, kubu Novel tak bisa melakukan apa pun dengan pemberian bantuan pengacara itu. Satu-satunya yang bisa komplain hanyalah jaksa penuntut umum (JPU).

    "Masalahnya terdakwa kan, diwakili jaksa. Jaksa tidak protes dengan pengacara itu. Namun, kita sudah menyurati Komisi Kejaksaan RI terkait hal itu," tutur Saor.



    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id