Penyuap Eks Bupati Sidoarjo Segera Diadili

    Candra Yuri Nuralam - 18 Maret 2020 20:01 WIB
    Penyuap Eks Bupati Sidoarjo Segera Diadili
    Ilustrasi. Medcom.id.
    Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah merampungkan berkas Ibnu Ghopur dan M Totok Sumedi selaku pemberi suap ke eks Bupati Sidoarjo, Jawa Timur, Saiful Ilah. Berkas keduanya dikirim ke Surabaya.

    "Hari ini, 18 Maret 2020, KPK melimpahkan berkas perkara atas nama terdakwa Ibnu Gopur dan Terdakwa M Totok Sumedi ke Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya," kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK Ali Fikri di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Rabu, 18 Maret 2020.

    KPK menyerahkan waktu persidangan kepada pihak pengadilan. Kedua orang itu segera diadili atas kasus dugaan suap kepada Saiful Ilah untuk memenangkan tender empat proyek infrastruktur di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sidoarjo.

    "Jaksa penuntut umum (JPU) akan menunggu penetapan hari sidang dari majelis hakim Pengadilan Negeri Tipikor Surabaya," ujar Ali.

    Baca: KPK Sita Uang saat Menangkap Bupati Sidoarjo

    KPK menetapkan enam orang tersangka dalam kasus suap proyek di Dinas PU Bina Marga dan Sumber Daya Air (BM SDA) Sidoarjo. Uang senilai Rp1,8 miliar diduga bagian dari suap disita penyidik.

    Penyuap Eks Bupati Sidoarjo Segera Diadili
    Bupati Sidoarjo nonaktif Saiful Ilah. Foto: Medcom/Kautsar

    Mereka yang menerima suap dari kedua tersangka, yakni Saifulah Ilah; Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Sidoarjo, Sunarti Setyaningsih; Pejabat Pembuat Komitmen Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Sidoarjo, Judi Tetrahastoto; dan Kepala Bagian Unit Layanan Pengadaan, Sanadjihitu Sangadji.
     
    Saiful dan tiga pejabat Pemkab Sidoarjo dijerat Pasal 12 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
     
    Ibnu dan Totok dinilai melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.



    (JMS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id