comscore

Berkas Korupsi Pengadaan Satelit Diserahkan ke Jampidmil

Tri Subarkah - 21 Februari 2022 19:51 WIB
Berkas Korupsi Pengadaan Satelit Diserahkan ke Jampidmil
Kejaksaan Agung. Foto: MI
Jakarta: Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung menyerahkan berkas perakra dugaan kasus korupsi Satelit Slot Orbit 123 Derajat Bujur Timur di Kementerian Pertahanan (Kemhan) ke Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Militer (Jampidmil). Penyerahan berkas perkara dilakukan secara langsung oleh Direktur Penyidikan Jampidsus Supardi.

"Hari ini penyerahan berkas perkara satelit 123 bujur timur, per hari ini," kata Supardi kepada Media Indonesia, Senin, 21 Februari 2022.
Penyidikan perkara dugaan korupsi satelit itu kini berada di bawah komando Jampidmil melalui tim penyidik koneksitas. Supardi memastikan pihaknya akan mengisi tim penyidik koneksitas tersebut.

"Gabungan dari kita, antara Pidmil, Pidsus, dari POM (Pusat Polisi Militer TNI), oditur, Babinkum (Badan Pembinaan Hukum TNI). Pokoknya gabungan, dari militer dan kejaksaan," jelas Supardi.

Sementara itu, Direktur Penindakan Jampidmil Edy Imran belum mau berkomentar banyak mengenai proses penyidikan koneksitas. Pasalnya, Jampidmil baru menerima berkas perkara dari Pidsus Kejagung.

Baca: Kejagung Didesak Usut Dugaan Gratifikasi dalam Kasus Pengadaan Satelit Kemhan

Kasus ini berkaitan dengan kontrak sewa Satelit Artemis milik Avanti Communication Limited pada 6 Desember 2015. Kontrak dilakukan atas penggunaan Slot Orbit 123 derajat BT dari Kominfo yang diterbitkan pada 29 Januari 2016.
 
Namun, pihak Kemhan mengembalikan hak pengelolaan Slot Orbit 123 derajat BT kepada Kominfo pada 25 Juni 2018. Pada saat melakukan kontrak dengan Avanti, Kemenhan ternyata belum memiliki anggaran untuk keperluan pengadaan proyek satelit tersebut.
 
Kasus itu dilaporkan ke Kejagung atas dugaan korupsi. Kejaksaan menduga ada perbuatan melawan hukum dalam pengadaan proyek satelit. Perencanaan proyek juga diduga tidak dilakukan dengan baik.
 
Kejagung masih terus mengusut kasus dugaan rasuah itu. Kini, kasus telah naik ke tingkat penyidikan.

(AZF)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id