comscore

Rizky Billar dan Alffy Rev Diperiksa Polisi Besok

Siti Yona Hukmana - 17 Maret 2022 23:54 WIB
Rizky Billar dan Alffy Rev Diperiksa Polisi Besok
Rizky Billar (Foto: instagram)
Jakarta: Polisi telah mengagendakan pemeriksaan artis, Rizky Billar (RB), dan content creator YouTube, Alffy Rev (AR). Keduanya bakal diperiksa terkait penerimaan uang dari tersangka kasus investasi bodong trading binary option lewat aplikasi Quotex, Doni Muhammad Taufik alias Doni Salmanan.

"Rencananya penyidik akan melakukan pemeriksaan terhadap dua figur publik besok (Jumat) 18 Maret 2022, inisialnya RB dan AR," kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Gatot Repli Handoko di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis, 17 Maret 2022.
Gatot mengatakan penyidik masih mendalami dan mengembangkan kasus yang menjerat Doni Salmanan. Menurut dia, pihak yang menerima uang haram dari Doni dan enggan mengembalikannya bisa ditetapkan sebagai tersangka.  

"Penyidik berkomitmen apabila nantinya terbukti memenuhi unsur pidana tindak pidana pencucian uang (TPPU) akan dikenakan pasal TPPU," ujar mantan Kabid Humas Polda Jawa Timur itu.

Baca: Pernah Terima Uang dari Doni Salmanan, Rizky Billar Tak Merasa Bersalah

Pesinetron, Rizky Billar dan istrinya, Lesti Kejora menerima amplop tebal yang berisi uang tunai dari Doni Salmanan saat pernikahan yang berlangsung beberapa waktu lalu. Belum diketahui pasti jumlahnya, hanya fulus itu berbentuk pecahan uang dolar.

Alffy Rev juga pernah menerima sejumlah uang dari Doni Salmanan. Uang itu sebagai dukungan atau sponsor proyek Wonderland Indonesia yang tengah dikerjakannya.

Doni Salmanan ditetapkan sebagai tersangka kasus investasi bodong trading binary option lewat aplikasi Quotex pada Selasa malam, 8 Maret 2022. Afiliator Quotex itu langsung ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Bareskrim Polri, Jakarta Selatan selama 20 hari ke depan.

Doni dijerat pasal berlapis. Pria kelahiran 1998 itu dipersangkakan terkait judi online, penyebaran berita bohong (hoaks) melalui media elektronik dan atau penipuan/perbuatan curang dan atau tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Dia dijerat Pasal 27 ayat (2) Undang-Undang (UU) Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan Pasal 28 ayat 1 UU ITE dan atau Pasal 378 KUHP dan Pasal 55 KUHP dan atau Pasal 3, 5 dan 10 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan Pemberantasan TPPU. Dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara.

(AZF)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id