Politikus PSI Laporkan Fadli Zon ke Bareskrim

    Lukman Diah Sari - 26 September 2018 07:33 WIB
    Politikus PSI Laporkan Fadli Zon ke Bareskrim
    Kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Rian Ernest mendatangi Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Selasa (25/9/2018). MI/Ramdani.
    Jakarta: Politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Rian Ernest Tanudjaja melaporkan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon ke Bareskrim Polri. Fadli dilaporkan terkait dugaan tindak pidana konflik suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) dan penyeberan berita bohong dalam video berjudul potong bebek angsa PKI.

    "Di dalam video tersebut ada lirik-lirik yang menurut saya berpotensi membuat keresahan menaikkan tensi di masyarakat membuat keonaran dan menciptakan rasa tidak percaya kepada pemerintah," kata Ernest di Bareskrim Polri, Jakarta, Selasa, 25 September 2018. 

    Ernest menilai penyebaran video itu bakal mengganggu stabilitas politik. Apalagi, Indonesia akan memasuki tahun politik dan menyongsong pemilu serentak. Politikus PSI itu menilai cara yang dilakukan Fadli tak sehat buat iklim demokrasi Indonesia.

    "Bahwa praktik-praktik elite politik yang suka pecah belah, suka menciptakan permusuhan ini, hampir mirip dengan politik penjajah dulu," kata Ernest. 

    Ernest mengaku telah meminta Fadli menghapus video tersebut. Ia juga meminta Wakil Ketua DPR itu meminta maaf kepada publik. Namun, Ernest menyebut Fadli masih teguh dengan pendiriannya.

    "Potensi menyebarkan hoaks ini disamakan dengan kreativitas bisa bahaya nih. Kami ingin berikan efek jera dan memastikan praktik begini setop," tegasnya. 

    Dia berharap, melalui pelaporan tersebut bisa membuat jera elite politik yang diduga gemar memecah belah bangsa demi jabatan. Dalam laporan itu, kata dia, membawa bukti berupa tangkapan layar dari akun media sosial yang diunggah pada 21 September. 

    "Saya bawa rekaman video di flashdisk," ungkapnya. 

    Dari pelaporan itu, Fadli diduga melanggar UU No. 1 tahun 1945 tentang KUHP, UU No. 11 tahun 2008 yang diubah dengan UU No. 19 tahun 2016 tentang ITE Pasal 28 ayat 2, 14 ayat 1 atau 2, dan Pasal 15 KUHP. Laporan terhadap Fadli Zon tertuang dalam LP/B/1189/IX/2018/BARESKRIM tanggal 25 September 2018. 




    (DRI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id