Petinggi Lloyd's Register Indonesia Mangkir Panggilan KPK

    Juven Martua Sitompul - 12 Juli 2019 00:51 WIB
    Petinggi Lloyd's Register Indonesia Mangkir Panggilan KPK
    Juru bicara KPK Febri Diansyah. Foto: MI/Susanto.
    Jakarta: Business Development Manager PT Lloyd's Register Indonesia, Darobi Syafi'i mangkir dari panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Darobi sedianya diperiksa sebagai saksi untuk tersangka mantan Direktur Utama Pelindo II Richard Joost Lino (RJ Lino).

    "Saksi menyampaikan pada Penyidik tidak dapat hadir," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Kamis, 11 Juli 2019.
    Penyidik telah menjadwalkan pemanggilan ulang Darobi. Dia dijadwalkan kembali diperiksa pada Senin, 15 Juli 2019.

    KPK menetapkan RJ Lino sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek pengadaan tiga unit Quay Container Crane (QCC) di Pelindo II.

    RJ Lino diduga telah menyalahgunakan wewenangnya saat menjadi Dirut Pelindo II untuk memperkaya diri sendiri, orang lain, dan atau korporasi dengan memerintahkan penunjukan langsung perusahaan asal Tiongkok, Wuxi Huangdong Heavy Machinery sebagai pelaksana proyek pengadaan tiga unit QCC. 

    RJ Lino disangka melanggar Pasal 2 ayat (1) dan atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

    Kasus ini ditangani KPK sejak Desember 2015 silam. Namun pengusutan kasus dugaan korupsi di Pelindo II itu belum juga rampung.

    Penyidik bahkan belum menahan RJ Lino. RJ Lino yang kini menjabat sebagai Komisaris PT JICT terakhir diperiksa penyidik pada 5 Februari 2016 lalu.



    (WHS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id