Pakar: RKUHP Kontroversi Bukan karena Materi

    Siti Yona Hukmana - 22 September 2019 10:00 WIB
    Pakar: RKUHP Kontroversi Bukan karena Materi
    Ilustrasi - Medcom.id
    Jakarta: Pakar Hukum Pidana Universitas Al Azhar, Suparji Ahmad, menilai kontroversi yang muncul dalam Rancangan Kitab Undang-undang Hukum Pidana (RKUHP) adalah penundaan pengesehan. Materi pasal yang terkandung dalam RKUHP tersebut diklaim tidak bermasalah. 

    "Karena sudah menjalani proses pembahasan yang mendalam. Sudah dibahas 15 tahun. Materinya inisiatif dari pemerintah. Kemudian, presiden menginstruksikan kepada menterinya untuk menunda pengesehan RUU KUHP, ini kan menjadi kontroversi, kenapa ditunda?" kata Suparji kepada Medcom.id, Minggu, 22 September 2019. 

    Menurut dia, jika RKUHP itu ditunda karena mempertimbangkan aspirasi masyarakat, pemerintah harusnya menunda pengesahan Revisi Undang-undang (RUU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sebab, materi RUU KPK banyak ditolak oleh masyarakat.

    "Jadi, kan ini ada suatu kondisi yang faktual, bagaimana kemudian tidak bisa tidak muncul pemahaman bahwa ini suatu yang kontroversi. Kalau karena aspirasi kenapa undang-undang lain tidak seperti itu juga," ungkapnya.

    DPR sedianya mengesahkan RKUHP dalam rapat paripurna pemungkas periode 2014-2019, Selasa, 24 September 2019. Aturan baru itu pun bakal menggantikan KUHP peninggalan pemerintahan Hindia Belanda. 

    Namun dalam prosesnya, RKUHP menimbulkan pro kontra. Sejumlah poin RKHUP dinilai sebagai pasal karet. Presiden Joko Widodo memutuskan menunda pengesahan RKUHP. 

    Jokowi mengaku mendengarkan masukan berbagai kalangan yang berkeberatan dengan sejumlah substansi RKUHP. Dia memerintahkan Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Laoly untuk menyampaikan sikap pemerintah kepada DPR.



    (NUR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id