Kivlan Bantah Uang Rp150 Juta Diberi Habil Marati

    Siti Yona Hukmana - 19 Juni 2019 21:22 WIB
    Kivlan Bantah Uang Rp150 Juta Diberi Habil Marati
    Tersangka kepemilikan senjata api ilegal Kivlan Zen. Foto: MI/Bary Fathahilah
    Jakarta: Tersangka kepemilikan senjata api ilegal Kivlan Zen membantah telah menerima uang SGD15.000 atau setara Rp150 juta dari tersangka percobaan pembunuhan Habil Marati. Uang itu milik pribadi Kivlan. 

    "Kalau yang SGD15.000 setara Rp150 juta murni uangnya Pak Kivlan. Uang yang dikeluarkan dari kantong beliau sendiri," kata Kuasa Hukum Kivlan, Muhammad Yuntri kepada Medcom.id di Jakarta, Rabu, 19 Juni 2019. 

    Menurut pengakuan Kivlan, kata Yuntri, uang Rp150 juta itu didapat kliennya atas jasa telah membebaskan sandera kelompok separatis Filipina, Abu Sayyaf pada 2016 lalu. Ia menerima uang operasional dari Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu dan Panglima TNI yang kala itu dijabat oleh Gatot Nurmantyo. 

    "Sama sekali tak ada aliran dana yang berasal dari Habil Marati yang kemudian ditujukan untuk membeli senjata, tidak ada," terang Yuntri.

    Kemudian, lanjut Yuntri, uang Rp150 juta itu dikeluarkan Kivlan ditujukan untuk demontrasi antikomunis di Monas, Jakarta Pusat pada 11 Maret 2019. Uang itu diberikan kepada anak buahnya tersangka percobaan pembunuhan Iwan Kurniawan (IK) untuk mengerahkan massa.

    "Karena Iwan ini dari dulu mengatakan dia punya massa, dia punya banyak orang yang bisa disuruh untuk demo. Ada dari Jawara Banten lah, ini itu lah," tutur Yuntri. 

    Meski demikian, Kivlan mengakui menerima uang SGD4.000 atau setara Rp42.400.000 dari Habil Marati. Uang dari Politikus PPP itu digunakan untuk demo dan sosialisasi di acara kesaktian pancasila pada 1 Oktober 2018 lalu. 

    "Iya menerima SGD4.000. Uang itu ditambah lagi oleh Pak Kivlan menjadi total Rp50 juta," beber Yuntri. 

    Uang yang telah digenapi Rp50 juta itu diberikan Kivlan ke Iwan. Tujuannya untuk tour ke daerah-daerah mengantisipasi gerakan-gerakan komunis. 

    Baca: Polri Sebut Perkara Kivlan Zen Sesuai Hukum

    Sebelumnya, Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Metro Jaya AKBP Ade Ary mengatakan, Habil memberi uang kepada mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat Mayjen (Purn) Kivlan Zen sebesar SGD15 ribu atau setara Rp150 juta. Uang itu diduga diberikan kepada anak buahnya, Iwan untuk membeli senjata laras panjang dan pendek. 

    Senjata itu disebut untuk menembak mati Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan.



    (DMR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id