Lukman Mengaku Romi Rekomendasikan Nama Buat Kakanwil Jatim

    Fachri Audhia Hafiez - 04 Desember 2019 21:45 WIB
    Lukman Mengaku Romi Rekomendasikan Nama Buat Kakanwil Jatim
    Mantan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
    Jakarta: Mantan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengaku Romahurmuziy alias Romi pernah memberi masukan terkait calon Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Provinsi Jawa Timur. Romi meminta posisi itu diisi Haris Hasanuddin

    "Dalam sebuah pembicaraan yang saya lupa waktunya, dan tempatnya seingat saya saudara terdakwa pernah menyampaikan pandangan dari sejumlah kalangan bahwa saudara Haris itu direkomendasikan," kata Lukman saat bersaksi buat terdakwa Romi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jalan Bungur Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu, 4 Desember 2019.

    Lukman menilai masukan itu hal biasa. Ia menyebut masukan bisa datang dari siapa saja, termasuk Romi yang saat itu menjabat ketua umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP). 

    Jaksa penuntut umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Wawan Yunarwanto menduga Lukman takut dengan Romi lantaran atasan di partai. Namun Lukman membantah.

    "Saya ketua majelis pakar. Ketua majelis tidak tunduk atau berada di bawah ketua umum. Bahkan dalam kondisi tertentu pimpinan majelis itu bisa meminta keterangan terhadap kebijakan yang dibuat ketua umum," ujar Lukman.

    Lukman mengaku beberapa kali menolak permintaan Romi. Seperti saat ia meminta pandangan mengenai kompetensi teknis, manajerial dan sosiokultural.

    "Pandangan beliau tidak selalu sama dengan pilihan saya, karena saya punya pertimbangan lain yang (lebih) penting," ujar Lukman.

    Lukman disebut bersama-sama dengan Romi menerima suap. Lukman diduga membantu pencalonan Haris, meski dia tak memenuhi syarat mengisi jabatan Kakanwil Kemenag Jawa Timur.

    Romi didakwa menerima suap Rp325 juta dari eks Kepala Kanwil Kemenag Jawa Timur Haris Hasanuddin dan Muafaq Wirahadi, Rp91,4 juta. Perbuatan itu bertentangan dengan posisinya sebagai anggota DPR periode 2014-2019 atau selaku penyelenggara negara.
     
    Suap diterima bertahap dari Januari-Maret 2019. Perbuatan rasuah ini diduga dilakukan bersama-sama dengan Lukman Hakim Saifuddin dalam pengangkatan jabatan Haris sebagai Kakanwil Kemenag Jawa Timur.

    Romi didakwa melanggar Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP.





    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id