• DONASI PALU/DONGGALA :
    Tanggal 23 NOV 2018 - RP 51.179.914.135

  • Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (Mandiri - 117.0000.99.77.00) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

KPK Sita Uang Ratusan Juta dari Bupati Malang

Juven Martua Sitompul - 11 Oktober 2018 18:42 wib
Wakil Ketua KPK Saut Situmorang/MI/Rommy Pujianto
Wakil Ketua KPK Saut Situmorang/MI/Rommy Pujianto

Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang ratusan juta dari sejumlah lokasi penggeledahan. Uang diduga berkaitan kasus suap dan gratifikasi yang menjerat Bupati Malang Rendra Kresna sebagai tersangka.

Peyidik menyita SGD15 ribu dari penggeledahan di rumah dinas bupati. Sedangkan dari kantor Bina Marga penyidik mengamankan uang Rp305.000.000.

"Kemudian dari rumah salah satu kepala bidang diamankan Rp18.950.000," kata Wakil Ketua KPK Saut Situmorang dalam konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta, Kamis, 11 Oktober 2018.

Sedikitnya 22 lokasi telah digeledah sejak proses penyidikan pada 4 Oktober 2018. Penggeledahan bahkan masih berlangsung di sejumlah lokasi tersebut hingga saat ini.

Baca: Bupati Malang Tersangka Suap dan Gratifikasi

KPK menetapkan Bupati Malang Rendra Kresna dan pihak swasta Ali Murtopo sebagai tersangka. Keduanya ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait penyediaan sarana penunjang peningkatan mutu pedidikan pada Dinas Pendidikan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang.

Rendra diduga menerima suap dari Ali Murtopo terkait proyek di Dinas Pendidikan Pemkab Malang sejak 2010 hingga 2013. Terutama proyek pengadaan buku dan alat peraga pendidikan tingkat SD dan SMP. Total suap yang diterima Rendra dari Ali mencapai Rp3,45 miliar.

Baca: Bupati Malang Siap Diperiksa KPK

Pada kasus penerimaan gratifikasi, Rendra ditetapkan sebagai tersangka bersama pihak swasta lain, Eryk Armando Talla. Rendra dan Eryk diduga menerima gratifikasi dari sejumlah pihak swasta Rp3,55 miliar.

Dalam kasus suap, Rendra selaku penerima disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 atau Pasal 12B Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). Sedangkan Ali Murtopo selaku pemberi dijerat dengan Pasal 5 ayat 1 huruf a atau Pasal 13 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP jo Pasal 64 ayat 1 KUHP.

Pada kasus penerimaan gratifikasi Rendra dan Eryk dijerat Pasal 12B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.


(OJE)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.