Heboh Baiat NII di Garut, Polri Minta Orang Tua Pantau Kegiatan Anak

    Siti Yona Hukmana - 08 Oktober 2021 17:58 WIB
    Heboh Baiat NII di Garut, Polri Minta Orang Tua Pantau Kegiatan Anak
    Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono. Medcom.id/Siti Yona Hukmana



    Jakarta: Polri meminta orang tua memantau kegiatan anak untuk mengantisipasi terpapar ajaran terorisme. Hal itu menyusul pembaiatan 59 orang di Garut, Jawa Barat, ke ajaran Negara Islam Indonesia (NII).

    "Yang tidak kalah penting adalah pengawasan orang tua kepada anak-anak tidak boleh lengah dengan situasi sekarang seperti ini," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat, 8 Oktober 2021.

     



    Rusdi mengatakan orang tua harus mengetahui betul pendidikan agama yang dipelajari anak-anak dan lokasi menuntut ilmu tersebut. Orang tua juga diminta memantau perilaku anak setelah mendapat sebuah ajaran.

    "Apabila ada perilaku-perilaku yang berubah harus cepat tanggap, sehingga ini menjadi modal bagaimana anak-anak ini betul-betuk mendapatkan pendidikan yang sesuai dengan harapan kita bersama," ujar Rusdi.

    Rusdi menegaskan Mabes Polri menyerahkan sepenuhnya penyelidikan pembaiatan 59 orang ke NII di Polres Garut, Kodim, Pemerintah Daerah (Pemda) Garut, dan Majelis Ulama Indonesia (MUI). Mabes Polri tidak berniat mengambilalih kasus tersebut.

    "Enggak, kita lihat bersama Polres Garut, Kodim, Pemda, dan MUI di sana telah bekerja bagaimana menangani masalah ini. Penyelidikan masih berjalan dan yang terpenting pembinaan terhadap anak-anak ini telah dilakukan," ungkap Rusdi.

    Sebanyak 59 orang yang dibaiat ke NII menjalani pembinaan. Hal itu untuk memastikan puluhan orang itu tidak terpapar ajaran terorisme.

    Sebelumnya, Lurah Sukamentri, Kecamatan Garut Kota, Suherman, megungkapkan warga yang dibaiat salah satunya mendapat doktrin untuk menganggap pemerintah RI thogut. Hal itu diketahui dari pengakuan salah seorang anak kepada orang tuanya.

    Anak itu mengaku dibaiat dan disyahadatkan kembali oleh seseorang. Total 59 orang dibaiat, terdiri dari orang tua dan anak-anak.

    Gerakan NII merembet menjadi gerakan pemberontakan bersenjata. Kelompok ini dipimpin Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo. Ia ditangkap dan dieksekusi pada 1962. Gerakan yang tidak diakui itu terpecah menjadi kelompok teroris di Indonesia, yakni Jemaah Islamiyah (JI).

    Baca: Pembinaan Warga Garut Dibaiat NII Agar Dapat Pendidikan Agama yang Benar
     

    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id