Mahfud MD Sebut Korupsi di Era Reformasi Meluas

    Nur Azizah - 26 Mei 2021 15:09 WIB
    Mahfud MD Sebut Korupsi di Era Reformasi Meluas
    Menko Polhukam Mahfud MD. Foto: Medcom.id/Nur Azizah



    Jakarta: Menteri Koordinator (Menko) Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD menyebutkan korupsi di era reformasi lebih banyak dibanding dengan Order Baru. Saat Orde Baru, korupsi besar-besaran terjadi, tetapi terkonsentrasi dan diatur jaringan pemerintahan Soeharto.

    "Korupsinya dulu dimonopoli di pucuk eksekutif dan dilakukan setelah anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) ditetapkan," kata Mahfud dalam keterangan tertulis, Jakarta, Rabu, 26 Mei 2021.

     



    Mahfud mengatakan fakta tersebut tak bisa dibantah. Pemerintahan Soeharto pun disebut penuh korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).

    Baca: Lapangan Golf di Belitung Milik Tersangka ASABRI Disita

    "Penyebutan itu ada di Tap (Ketetapan) MPR, UU (undang-undang), kampanye politisi, pengamat, disertasi, tesis, dan sebagainya, ” jelas Mahfud.

    Setelah reformasi, lanjut Mahfud, korupsi semakin meluas. Korupsi tidak lagi dilakukan di pucuk eksekutif, tetapi melebar horizontal ke oknum-oknum legislatif, yudikatif, dan vertikal dari pusat sampai ke daerah-daerah.

    “Lihat saja para koruptor yang menghuni penjara sekarang, datang dari semua lini horizontal maupun vertikal” ujar Guru Besar Hukum Universitas Islam Indonesia itu.

    Mahfud menyampaikan bila dulu korupsi dilakukan setelah APBN ditetapkan, sekarang rasuah dilakukan sebelum anggaran disahkan. Ada negosiasi proyek sebelum APBN dan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) diketok palu.

    Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) tersebut mengatakan semua itu dilakukan atas nama demokrasi dan pemerintah tidak mudah menindak. Itulah sebabnya, Mahfud mengaku paham dengan istilah 'demokrasi kriminal' yang pernah dilontarkan eks Menko Maritim Rizal Ramli.

    “Situasi ini perlu kesadaran moral kolektif, sebab tak satu institusi pun yang bisa menembus barikade demokrasi yang wewenangnya sudah dijatah konstitusi,” tegas Mahfud. 

    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id