comscore

Dituntut 1 Tahun Penjara, Andy Cahyady Bakal Mengadu ke Komjak

Siti Yona Hukmana - 20 Oktober 2021 12:54 WIB
Dituntut 1 Tahun Penjara, Andy Cahyady Bakal Mengadu ke Komjak
Terdakwa Andy Cahyady (kanan) tengah memperlihatkan foto Marna Ina dan Feng Qiu Ju, penjamin terdakwa Wenhai Guan
Jakarta: Terdakwa kasus dugaan penganiayaan warga negara asing (WNA) Wenhai Guan, Andy Cahyady, bakal mendatangi Komisi Kejaksaan (Komjak). Dia ingin mengadu ke lembaga pengawas kejaksaan usai dituntut satu tahun penjara oleh jaksa penuntut umum (JPU).

"Besok (Kamis, 21 Oktober 2021) pukul 09.30 WIB, saya ke Komjak, mau tanya memang bisa saya dituntut kembali dalam kasus yang sama," kata Andy saat dikonfirmasi, Rabu, 20 Oktober 2021.
Menurut Andy, dia tidak bisa dijerat dalam kasus yang sama. Hal itu mengacu pada asas nebis in idem, yakni melarang terdakwa diadili lebih dari satu kali atas satu perbuatan, apabila sudah ada keputusan yang menghukum atau membebaskannya.

"Jadi, saya menilai terhadap perkara yang sama tidak dapat diadili untuk kedua kalinya," kata Andy.

Andy ingin bertemu Komjak untuk membahas hal itu. Dia ingin memastikan asas nebis in idem bisa diterapkan dalam kasusnya.

Andy juga mengaku akan meminta Komjak mendesak Kejaksaan Negeri Jakarta Utara (Kejari Jakut) mengeksekusi terdakwa Wenhai Guan. Warga asing itu dikabarkan sakit oleh dua orang penjaminnya, Marna Ina dan Feng Qiu Ju.

"Saya tidak terima alasan jaksa hanya dari penjamin, saya mau dari pihak jaksa yang ke sana, kenapa percaya dari info penjamin, berati Kejaksaan Negeri Jakarta Utara tidak kerja," ucap Andy.

Baca: Dituntut 1 Tahun Penjara, Andy Cahyady Cari Keadilan ke Kejari Jakut

Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) Intelijen Kejari Jakut Muhammad Sofyan Iskandar mengaku akan mengeksekusi setelah kedua penjamin Marna Ina dan Feng Qiu Ju membawa Wenhai Guan kembali ke Indonesia. Kedua penjamin berjanji menyerahkan Wenhai setelah sembuh.

"Apabila dia (penjamin) ingkar nanti langkah-langkah (tangkap buron) akan kami sampaikan ke pimpinan," kata Sofyan di kantornya, Jumat, 15 Oktober 2021.

Sebelumnya, Andy Cahyady menilai tuntutan 1 tahun penjara dari jaksa Dyofa Yudhistira tidak adil. Dia dan Wenhai saling melapor kasus penganiayaan. Wenhai telah diputus bersalah. Namun, tidak pernah menjalani hukuman. Warga asing itu kini berada di Singapura.

"Kurang keadilan, karena kasusnya sama. Satu, orangnya tahanan rutan (Andy). Sedangkan Wenhai tahanan kota sampai sekarang melarikan diri," ujar Andy, Rabu, 13 Oktober 2021.

Menurut Andy, Wenhai telah memalsukan data untuk menjeratnya. Dia menegaskan penganiayaan itu dilakukan Wenhai bukan dirinya. Lokasi penganiayaan terjadi di rumah Andy, Jalan Garden Marbie 5 Nomor 35, Pantai Indah Kapuk (PIK), Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara.

Dia menganggap penyelesaian kasus ini tidak profesional. Dia dituntut 12 bulan penjara setelah menolak surat dakwaan JPU.

Dia akan menyampaikan pleidoi atas tuntutan JPU. Sidang pleidoi akan digelar pada 26 Oktober 2021.

Kasus ini bermula saat penganiayaan yang dilakukan WNA Wenhai Guan terhadap Andy Cahyady. Namun, Wenhai mengaku menjadi korban dan melaporkan Andy ke polisi hingga diputus bersalah. Andy telah menjalani hukuman pidana enam bulan penjara.

Andy melaporkan balik perbuatan penganiayaan yang dilakukan Wenhai. Wenhai kemudian diputus enam bulan penjara. Namun belum sempat menjalani hukuman. Warga asing itu kembali ke negara asal di Singapura.

Selang beberapa bulan, Wenhai kembali ke Tanah Air dan melaporkan Andy dalam perkara yang sama. Andy kemudian diproses hingga menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

(JMS)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id