comscore

Berkelit Soal Koper Saat Penggeledahan KPK, Hakim Semprot Saksi Suap Pajak

Fachri Audhia Hafiez - 07 Desember 2021 16:37 WIB
Berkelit Soal Koper Saat Penggeledahan KPK, Hakim Semprot Saksi Suap Pajak
Ilustrasi sidang di Pengadilan Tipikor. Medcom.id/Candra Yuri Nuralam.
Jakarta: Wiraswasta, Fatoni, dihadirkan sebagai saksi kasus dugaan suap pajak dengan terdakwa mantan Direktur Pemeriksaan dan Penagihan Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Angin Prayitno Aji. Fatoni dicecar soal aset-aset milik Angin.

Awalnya, Fatoni dikonfirmasi mengenai sebuah koper yang berisi sertifikat hak milik (SHM) dan akta jual beli (AJB) tanah. Angin diduga membeli 81 bidang tanah di berbagai daerah.
"Saya dititipi koper (oleh Angin). Saya dipanggil 'ini surat tanah semua bawa pulang', oh ya saya bawa pulang," kata Fatoni saat persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa, 7 Desember 2021.

Fatoni mengaku menerima koper itu di rumah Angin di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada 15 Februari 2021. Dia sempat melihat isi koper itu setelah diminta dibawa Angin.

"Enggak saya lihat satu-satu, saya lihat oh ini (surat-surat tanah), sudah saya tutup (kopernya)," ujar Fatoni.

Setelah membawa koper itu, kata Fatoni, terjadi penggeledahan penyidik KPK di rumahnya. Penyidik menemukan koper yang berisi SHM dan AJB atas nama keluarga Fatoni.

Padahal, SHM dan AJB itu milik Angin. Tanah yang dibeli Angin mengatasnamakan nama-nama di keluarga Fatoni.

Fatoni berkelit bahwa dia tak tahu maksud Angin menitipkan koper. Dia juga tak menanyakan alasan Angin menitipkan koper itu.

"Soalnya saya disuruh ambil, saya bawa pulang, saya enggak tanya kenapa," ujar Fatoni.

Mendengar jawaban tersebut, Hakim Fahzal heran Fatoni tak tahu tujuan Angin menitipkan koper tersebut. Fahzal terus mencecar Fatoni terkait hal itu, terutama soal apakah koper itu dibawa karena ada penggeledahan di rumah Angin.

"Menyelamatkan karena (rumah Angin) digeledah KPK, itu kan?" kata Fahzal.

Fatoni mengamini pertanyaan Fahzal. Lalu, Fahzal mengingatkan agar Fatoni memberikan keterangan sesuai fakta.

"Makanya dari awal saya bilang ngomong saja yang benar. Jangan saudara tersangkut pula saudara saksi di sini, apa faktanya pula," tegas Fahzal.

Baca: Jaksa Dalami Dugaan Kepemilikan 81 Bidang Tanah Angin Prayitno

Fatoni dihadirkan sebagai saksi terkait kasus suap pengurusan pajak. Perkara itu menjerat Angin Prayitno dan eks Kepala Subdirektorat Kerja Sama dan Dukungan Pemeriksaan Ditjen Pajak, Dadan Ramdani.

Angin dan Dadan didakwa menerima suap sebesar Rp15 miliar dan SG$4 juta (sekitar Rp42,1 miliar) terkait hasil rekayasa penghitungan pajak. Perbuatan itu juga dilakukan bersama-sama tim pemeriksa pajak dari Ditjen Pajak, yakni Wawan Ridwan, Alfred Simanjuntak, Yulmanizar, dan Febrian.

Mereka merekayasa hasil penghitungan pajak pada wajib pajak PT GMP untuk tahun pajak 2016. Lalu, wajib pajak PT Panin Bank tahun pajak 2016 dan PT Jhonlin Baratama (JB) untuk tahun pajak 2016 dan 2017.

Angin dan Dadan didakwa melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 11 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHP jo. Pasal 65 ayat (1) KUHP.

(JMS)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id