Jangan Anggap Enteng OTT dengan Sitaan Kecil

    Nur Azizah - 23 September 2017 14:42 WIB
    <i>Jangan Anggap Enteng OTT dengan Sitaan Kecil</i>
    Peneliti ICW Tama S Langkun. MI/Rommy Pudjianto.
    medcom.id, Jakarta: Beberapa pihak menilai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hanya bisa melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap kasus kecil. Peneliti Indonesia Corruption Watch Tama Satrya Langkun menilai, OTT sekecil apapun tak boleh dianggap enteng.

    Tama mengatakan, OTT tak hanya melihat kerugian yang diderita negara. Hal pertama yang dipertimbangkan adalah aktor yang ditangkap.

    "OTT itu ada karena ada yang melakukan suap. Ada 12 pelaku yang bisa di-OTT, hakim, jaksa, polri, menteri, kepala daerah, dan sebagainya. Nah, yang dilihat adalah aktornya dulu baru nilainya," kata Tama di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu, 23 September 2017.

    Tama menilai, OTT tak pernah mengenal istilah receh. Operasi tangkap tangan lebih mengutamakan aktor dan alasan dalam kasus suap tersebut. 

    "Misalnya oknum hakim atau menteri melakukan suap. Yang akan dicari kenapa dia melakukan itu. Orang yang seharusnya menegakkan hukum dan menjadi pimpinan malah melakukan korupsi. OTT ini upaya perbaikan itu," ujar Tama.

    Istilah OTT receh muncul karena KPK dinilai kerap melakukan tangkap tangan dengan barang bukti uang yang terbilang kecil. Sementara, ada kasus besar yang seharusnya diselesaikan.

    KPK cukup gencar melakukan operasi tangkap tangan terhadap kepala daerah. Dalam satu bulan terakhir KPK sudah menangkap Wali Kota Batu Eddy Rumpoko yang diduga menerima suap sebesar Rp500 juta dari seorang pengusaha. Sebanyak Rp300 juta dari uang itu digunakan Eddy untuk melunasi mobil Toyota Alphard miliknya.

    Pagi tadi, KPK kembali melakukan OTT di daerah Banten. Sekitar 10 orang ditangkap, di antaranya kepala daerah, pejabat dinas, dan pihak swasta. Indikasi awal ada transaksi terkait dengan proses perizinan kawasan industri di salah satu kabupaten/kota di Banten. 

    Uang ratusan juta rupiah ikut disita sebagai barang bukti. Juru bicara KPK Febri Diansyah memastikan saat ini pemeriksaan masih berjalan. Sejumlah pihak yang ditangkap sudah dibawa ke Kantor KPK.

    "Dalam waktu maksimal 24 jam akan kami sampaikan hasil OTT ini melalui konferensi pers hari ini di KPK," jelas Febri.




    (DRI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id