Mabes Polri Diminta Evaluasi Jajarannya yang Berjaga Saat Penyerangan

    Theofilus Ifan Sucipto - 04 April 2021 11:01 WIB
    Mabes Polri Diminta Evaluasi Jajarannya yang Berjaga Saat Penyerangan
    Ketua Harian Kompolnas Irjen (Purn) Benny Mamoto. Dok. Crosscheck By Medcom.id



    Jakarta: Personel Polri yang berjaga saat Zakiah Aini (ZA) menyerang Mabes Polri, Jakarta Selatan, dinilai perlu dievaluasi. Pasalnya, peralatan dan perlengkapan Polri sudah cukup baik.

    “Dievaluasi personel yang bertugas saat itu sejauh mana kesiapsiagaan dan kewaspadaannya,” kata Ketua Harian Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Irjen (Purn) Benny Mamoto dalam diskusi virtual Crosscheck Medcom.id bertajuk ‘Awas! Sesat Milenial Radikal di Jagat Virtual,’ Minggu, 4 April 2021.






    Benny menilai standar peralatan pengamanan di Mabes Polri sudah baik. Namun, pemakaian alat itu tergantung dari personel yang bertugas.

    “Saya menyoroti kenapa orang ini (ZA) bisa masuk,” papar dia.

    Baca: Penanganan Teror Lone Wolf Menjadi Tantangan Bagi Polri

    Benny mengusulkan ada polisi wanita (polwan) yang disiagakan di pintu masuk. Sehingga, polwan bisa menggeledah isi kantong celana maupun tas tamu perempuan dengan lebih nyaman.

    “Ini kami lihat tidak ada,” ujar Benny.

    Petugas yang berjaga saat kedatangan penyerang Mabes Polri, Jakarta Selatan, ZA, bakal diperiksa. Pasalnya, ZA lolos ke area Mabes Polri dengan membawa senjata.

    "Nanti kami periksa apa ada kelalaian dan standar operasional dan prosedur (SOP) yang dilanggar," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Rusdi Hartono di Gedung Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis, 1 April 2021.

    Rusdi belum memerinci berapa petugas yang bakal diperiksa. Namun, dia memastikan personel yang melanggar bakal ditindak tegas.

    Baku tembak terjadi di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan. Suara tembakan mulai terdengar sekitar pukul 16.30 WIB pada Rabu, 31 Maret 2021.

    Awalnya, terdengar suara tembakan dua kali dari dalam gedung Bareskrim. Kemudian suara lain yang diduga tembakan susulan. Berdasarkan hasil forensik, pelakunya seorang perempuan berinisial ZA, 25. ZA terpapar ideologi radikal kelompok Islamic State of Iraq and Syria (ISIS).

    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id