Eks Panitera Pengganti PN Jakut Rohadi Segera Diadili Atas Kasus TPPU

    Fachri Audhia Hafiez - 07 Januari 2021 19:57 WIB
    Eks Panitera Pengganti PN Jakut Rohadi Segera Diadili Atas Kasus TPPU
    Ilustrasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). MI
    Jakarta: Berkas kasus mantan panitera pengganti Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara (Jakut) Rohadi telah memasuki tahap dua. Tersangka kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) itu segera diadili.

    "Bertempat di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IA Sukamiskin Bandung tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melaksanakan tahap II atau penyerahan tersangka dan barang bukti tersangka Rohadi," kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara bidang penindakan KPK Ali Fikri saat dikonfirmasi, Kamis, 7 Januari 2021.

    Menurut Ali, tidak diperlukan penahanan lanjutan kepada Rohadi. Sebab, dia masih menjalani masa pidana dalam perkara sebelumnya di dalam Lapas Klas 1A Sukamiskin.

    Selanjutnya jaksa penuntut umum akan menyusun surat dakwaan Rohadi selama 14 hari. Berkas akan dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

    KPK meyakini akan membongkar rasuah yang dilakukan Rohadi. Selama penyidikan, KPK telah memeriksa 314 orang saksi. Di antaranya para pihak yang lahannya dibeli oleh Rohadi dari hasil korupsi.

    Rohadi terjerat tiga kasus berbeda. Pertama, Rohadi menerima suap pengurusan perkara pedangdut Saipul Jamil. Rohadi divonis tujuh tahun penjara dan denda Rp300 juta subsidier tiga bulan kurungan.

    Baca: Bupati Nonaktif Labuhanbatu Utara Segera Diadili

    Kedua, Rohadi ditetapkan sebagai tersangka penerimaan gratifikasi dalam kapasitasnya sebagai panitera PN Jakut dan PN Bekasi terkait pengurusan perkara di Mahkamah Agung (MA).

    Terakhir, Rohadi ditetapkan sebagai tersangka TPPU. Dia diduga menyamarkan sejumlah aset yang disinyalir didapat dari hasil korupsi.

    KPK sudah menyita sejumlah aset seperti mobil ambulans, mobil pribadi Mitshubishi Pajero Sport, mobil Toyota Yaris. KPK juga menyita uang Rp700 juta yang ditemukan di mobil Rohadi saat penangkapan.

    KPK juga menyita dua rumah di Perumahan Royal Residence Blok A6 Nomor 12 dan Blok D3 Nomor 8, Cakung, Jakarta Timur; Rumah Sakit Resya Permata; rumah di Cikedung dan di kampung Lungadung, Indramayu; serta satu unit Apartemen di Kelapa Gading, Jakarta Utara.

    (JMS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id