Ditahan KPK, Angin Prayitno Aji Punya 3 Rumah Senilai Rp14,9 M

    Candra Yuri Nuralam - 05 Mei 2021 11:00 WIB
    Ditahan KPK, Angin Prayitno Aji Punya 3 Rumah Senilai Rp14,9 M
    Ilustrasi. Medcom.id



    Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menahan mantan Direktur Pemeriksaan dan Penagihan pada Direktorat Jenderal Pajak Angin Prayitno Aji. Angin memiliki kekayaan senilai Rp18,6 miliar.

    Hal tersebut diketahui dari laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) milik Angin yang disampaikan pada 2019. Angin tercatat memiliki tiga rumah senilai Rp14,9 miliar. Sebanyak dua rumah ada di Jakarta Timur, dan satu rumah di Jakarta Selatan.






    Angin juga mempunyai tiga mobil senilai Rp363,4 juta. Mobil itu terdiri dari Volkswagen Golf keluaran 2011, Honda Freed keluaran 2009, dan Chevrolet Captiva Jeep keluaran 2011.

    Angin memiliki harta bergerak lainnya senilai Rp1,09 miliar. Namun, dia tidak memiliki surat berharga.

    Angin tercatat punya kas dan setara kas senilai Rp2,21 miliar. Dia juga memiliki harta lainnya senilai Rp23,3 juta.

    Baca: KPK Kebut Pengusutan Kasus Korupsi di Ditjen Pajak

    KPK menetapkan Angin bersama lima orang lainnya tersangka kasus dugaan korupsi penerimaan hadiah atau janji terkait pemeriksaan perpajakan pada 2016- 2017 di Ditjen Pajak. Mereka, yakni Kepala Subdirektorat Kerja Sama dan Dukungan Pemeriksaan pada Ditjen Pajak Dadan Ramdani; dan dua orang konsultan pajak dari PT GMP, Ryan Ahmad Ronas dan Aulia Imran Maghribi.

    Lalu, KPK juga menetapkan dua kuasa wajib pajak PT BPI Veronika Lindawati, dan kuasa pajak PT JB Agus Susetyo sebagai tersangka. Mereka diduga kongkalikong memanipulasi pajak untuk mendapatkan keuntungan sendiri.

    Angin diduga menyalahgunakan kewenangannya bersama dengan Dadan untuk mengakomodasi jumlah kewajiban pajak sesuai keinginan wajib pajak. Kedua orang itu bekerja sama melakukan pemeriksaan pajak yang tidak sesuai dengan aturan yang berlaku.

    Angin diduga menerima Rp15 Miliar dari PT GMP dalam periode Januari-Februari pada 2018. Angin juga diduga menerima SGD500 ribu dari kesepakatan Rp25 miliar. Uang itu diberikan PT BPI di pertengahan 2018. Lalu, Angin diduga menerima SGD3 juta dari PT JB pada Juli-September 2018.

    Angin dan Dadan disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUH Pidana.

    Ryan, Aulia, Veronika, dan Agus disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun di 2001 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUH Pidana.

    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id